Gṛhastha-vṛtti and Niyama: Models of Householder Livelihood and Discipline (गृहस्थवृत्ति-नियमाः)
अधर्म धर्मकामो हि करोति हाविचक्षण: । धर्म वाधर्मसंकाशं शोचन्निव करोति सः
adharma-dharma-kāmo hi karoti hāvicakṣaṇaḥ | dharma vādharmasaṅkāśaṃ śocann iva karoti saḥ ||
Vyāsa berkata: Orang yang tidak berdaya menilai, walaupun menginginkan dharma, tetap melakukan adharma; dan pada waktu lain, seolah-olah diliputi dukacita, dia melaksanakan sesuatu yang tampak seperti dharma tetapi sebenarnya menyerupai adharma. Tanpa kebijaksanaan yang benar, dia menyangka kesalahan sebagai kebenaran; dan sebaliknya, dia boleh tersasar kepada perbuatan benar walaupun berniat jahat. Perbuatan yang keliru dan didorong kejahilan ini mengikat makhluk yang berjasad kepada kelahiran dan kematian yang berulang-ulang.
व्यास उवाच
Without discernment (viveka), a person can commit adharma while believing it to be dharma, or perform dharma even while intending adharma. This confusion, rooted in ignorance, produces karmic bondage and perpetuates saṃsāra (repeated birth and death).
In the didactic setting of the Śānti Parva, Vyāsa is explaining how moral error often arises not only from deliberate wickedness but from misjudgment—mistaking the nature of an act. He highlights the ethical danger of acting with unclear understanding and the spiritual consequence of such ignorance-driven action.