रथं रथेनाशु जगाम रोषात् किरीटिन: पुत्रवधाभितप्त: । शीघ्रतापूर्वक कार्य करनेवाला सूतपुत्र कर्ण अपने बेटेको बाणविद्ध हो रथसे नीचे गिरते देख पुत्रके वधसे संतप्त हो उठा और रोषमें भरकर रथके द्वारा अर्जुनके रथकी ओर तीव्र वेगसे चला
rathaṃ rathenāśu jagāma roṣāt kirīṭinaḥ putra-vadhābhitaptaḥ |
Sañjaya berkata: Terbakar oleh dukacita atas terbunuhnya puteranya, pahlawan bermakota itu segera memacu keretanya dalam amarah, menerjang—kereta melawan kereta—ke arah musuhnya. Dalam suasana moral peperangan, kehilangan peribadi menyalakan kemarahan, dan kemarahan itu serta-merta mengeras menjadi keganasan yang diperbaharui di medan laga.
संजय उवाच
The verse highlights how grief (śoka) can rapidly transform into wrath (roṣa) and propel further violence. It implicitly warns that in war, personal attachment and loss easily eclipse discernment, intensifying the cycle of retaliation.
Sañjaya narrates that the diademed warrior (Kirīṭin, i.e., Arjuna) moves swiftly in anger, driving his chariot toward the opposing chariot, being deeply distressed by the killing of his son.