युक्त तु तं रथं दृष्टया दारुकण महात्मना
sañjaya uvāca | yuktaṃ tu taṃ rathaṃ dṛṣṭvā dārukeṇa mahātmanā | prayāhi śīghraṃ govinda sūtaputra-jighāṃsayā ||
Sañjaya berkata: Melihat kereta perang itu telah dipasang dan diikat kudanya dengan sempurna oleh Dāruka yang berhati luhur, (Arjuna pun berkata), “Berangkatlah segera, wahai Govinda, dengan tekad untuk menewaskan putera sais (Karṇa).” Bait ini menegaskan desakan perang, namun menggambarkannya sebagai gerak yang disengajakan dan ber tujuan—suatu azam yang sarat pertimbangan dharma, bukan semata-mata amarah.
संजय उवाच
The verse highlights purposeful action under pressure: even in the chaos of war, one must act with clear intent and disciplined resolve. It reflects the dharmic tension of righteous duty—decisive movement toward a grave end (killing) undertaken as a chosen obligation rather than uncontrolled passion.
Sanjaya reports that the chariot has been made ready by Dāruka. Arjuna urges Krishna (Govinda) to set out immediately, intent on confronting and killing Karna (referred to as sūtaputra). The scene marks a transition from preparation to urgent engagement on the battlefield.