Duryodhana Seeks Droṇa’s Counsel; Imperative to Protect Jayadratha; Pāñcāla Assault on Duryodhana
तान् निकृत्तानिषून् दृष्टवा दूरतो ब्रह्म॒वादिना
tān nikṛttāniṣūn dṛṣṭvā dūrato brahmavādinā
Sañjaya berkata: Dari jauh, tatkala melihat para pahlawan yang telah ditebas rebah dan ditinggalkan tidak bernyawa, sang penutur kata-kata Brahman (Sañjaya) melaporkan akibat perang yang mengerikan—suatu gambaran yang menegaskan betapa cepatnya keperkasaan, apabila tidak dituntun oleh pengekangan diri, berubah menjadi kehilangan yang tidak dapat dipulihkan.
संजय उवाच
The verse highlights the ethical gravity of war: the distant sight of the slain becomes a moral reminder that violence yields irreversible consequences, and that truthful narration (brahmavāda) must not conceal the cost of adharma-driven conflict.
Sañjaya, as the reporter of the Kurukṣetra war, describes seeing from a distance warriors who have been cut down and lie dead, setting a somber tone for the events being recounted.