Puṣkara-Śapatha Itihāsa (Agastya–Indra Dispute at the Tīrthas) | पुष्कर-शपथ-आख्यानम्
गौतम उवाच अधीत्य वेदांस्त्यजतु त्रीनग्नीनपविध्यतु । विक्रीणातु तथा सोम॑ बिसस्तैन्यं करोति यः
gautama uvāca | adhītya vedāṁs tyajatu trīn agnīn apavidhyatu | vikrīṇātu tathā somaṁ bisastainyaṁ karoti yaḥ |
Gautama berkata: “Sesiapa yang mencuri tangkai/serabut teratai (mṛṇāla/bisa) hendaklah dianggap menanggung dosa seperti orang yang mempelajari Veda lalu meninggalkannya; seperti orang yang membuang tiga api suci; dan seperti orang yang menjual Soma. Walau tampak kecil, perbuatan mencuri tetap dihitung sebagai pelanggaran dharma yang berat, seumpama menolak ilmu suci dan kewajipan ritual.”
गौतम उवाच
The verse teaches that theft—even of something seemingly minor like lotus-stalks—is a serious violation of dharma, morally comparable to repudiating Vedic learning, abandoning the sacred household fires, and profaning sacrifice by selling Soma.
In Gautama’s discourse on conduct and moral consequences, he classifies the act of stealing lotus-stalks as entailing grave ritual-ethical demerit, using strong comparisons to well-known major transgressions involving Veda, sacred fires, and Soma.