Dāna–Tapaḥ Praśaṃsā and Gṛhastha-Upadeśa
Maitreya
ते5पि यस्मात् प्रभावेण हता: क्षत्रियपुंगवा: । सम्प्राप्तास्ते गतिं पुण्यां तस्मान्मा शोच पुत्रक
te 'pi yasmāt prabhāveṇa hatāḥ kṣatriya-puṅgavāḥ | samprāptās te gatiṁ puṇyāṁ tasmān mā śoca putraka ||
Bhishma berkata: “Para kesatria terunggul yang gugur oleh keperkasaannya juga telah mencapai takdir yang suci. Maka, wahai anakku, janganlah berdukacita. Sesiapa yang menyerahkan nyawa di medan perang, mati dalam panggilan kesatria, menurut adat diakui menempuh jalan yang luhur selepas mati; demikian juga para pahlawan terkemuka yang rebah di medan ini, memperlihatkan kekuatan mereka, telah sampai ke keadaan yang penuh pahala—maka tidaklah wajar bersedih untuk mereka.”
भीष्म उवाच
Bhīṣma teaches that for kṣatriyas who die in righteous battle, death is not merely loss but a dharmic culmination that leads to a meritorious destiny; therefore grief should be restrained and transformed into understanding of duty and consequence.
Bhīṣma is consoling his listener, explaining that the prominent warriors slain through a hero’s prowess on the battlefield have attained a holy posthumous state, and thus the listener should not mourn them.