Dvaipāyana–Kīṭa Saṃvāda: Karmic Memory, Fear of Death, and Embodied Pleasure
(भस्म विष्ठा कृमिर्वापि निष्ठा यस्येदृशी ध्रुवा । स काय: परपीडाभि: कथं धार्यों विपश्चिता ।।
bhasma viṣṭhā kṛmir vāpi niṣṭhā yasyedṛśī dhruvā | sa kāyaḥ parapīḍābhiḥ kathaṃ dhāryo vipaścitā ||
Bhishma berkata: “Bagi tubuh ini, salah satu daripada tiga kesudahan pasti dan tidak dapat dielakkan: ia akan menjadi abu, atau menjadi najis setelah dimakan oleh suatu makhluk, atau dibuang lalu dipenuhi ulat. Mengetahui hal demikian, bagaimana mungkin seorang bijaksana memelihara dan mempertahankan tubuh seperti ini dengan menyakiti makhluk lain (demi dagingnya)? Bahkan memuji perbuatan memakan daging pun mengikat seseorang pada karma berdosa dan akibatnya.”
भीष्म उवाच
The body’s end is inevitably decay—ashes, excrement, or worms—so a discerning person should not nourish it through violence to other beings; endorsing meat-eating is portrayed as binding one to sinful karma and its results.
In Anushasana Parva’s dharma instruction, Bhishma continues advising on righteous conduct, using stark images of the body’s fate to argue against harming others for bodily sustenance, especially in the context of consuming or praising meat.