Adhyaya 25
Vishnu KhandaVasudeva MahatmyaAdhyaya 25

Adhyaya 25

Bab ini memuat uraian teologis yang tertata, disampaikan oleh Śrī Nārāyaṇa kepada seorang resi. Mula-mula dijelaskan vairāgya sebagai ketidakmelekatan yang mantap terhadap objek-objek yang fana; melalui pramāṇa—pengamatan langsung, penalaran, dan kesaksian śāstra—ditunjukkan bahwa bentuk-bentuk yang terikat kondisi tidak dapat diandalkan karena selalu berubah dan menimbulkan ulang penderitaan. Selanjutnya dipaparkan empat jenis pralaya (peleburan) yang digerakkan oleh waktu: (1) pralaya ‘harian/nitya’ yang tampak dalam perubahan tubuh dan kemerosotan terus-menerus, (2) pralaya naimittika terkait siklus siang–malam Brahmā, meliputi urutan empat belas Manu, pengeringan dunia, api kosmis, lalu banjir besar, (3) pralaya prākṛtika berupa pelarutan bertahap unsur dan daya indria kembali ke prakṛti, dan (4) pralaya ātyantika, ketika māyā, puruṣa, dan waktu pun surut ke Yang Tak Binasa, menyisakan hanya Tuhan Yang Esa. Sesudah menegakkan ajaran ketidakkekalan dan penarikan kosmis, bab ini beralih pada laku: bhakti eksklusif kepada Vāsudeva didefinisikan, sembilan cara bhakti (śravaṇa dan seterusnya) disebutkan, dan ‘ekāntika dharma’ dipuji sebagai disiplin paling ampuh menuju pembebasan. Penutupnya menegaskan buahnya yang berpusat pada Vāsudeva: Nama Ilahi menyelamatkan bahkan bila terucap tidak sempurna, asalkan diingat dengan hati berserah.

Shlokas

No shlokas available for this adhyaya yet.