Adhyaya 216
Prabhasa KhandaPrabhasa Kshetra MahatmyaAdhyaya 216

Adhyaya 216

Dalam adhyāya ini, Īśvara menyampaikan kepada Devī secara ringkas kemuliaan sebuah tīrtha Śaiva. Disebutkan bahwa di sebelah utara Mārkaṇḍeśvara, berjarak lima belas dhanu, berdiri liṅga utama bernama Gautameśvara. Kisahnya menempatkan tempat suci ini sebagai sarana penebusan: resi Gautama, diliputi dosa dan duka akibat membunuh gurunya, menegakkan (pratiṣṭhā) liṅga di sana dan terbebas dari beban moral tersebut melalui tapa dan pemujaan. Bagi para peziarah ditetapkan laku kebajikan: mandi di sungai menurut tata cara yang benar, memuja liṅga sesuai aturan ritual, serta mempersembahkan dāna berupa sapi kapilā (berwarna cokelat kekuningan). Buahnya adalah lenyapnya lima dosa besar (pañca-pātaka), kemurnian batin, dan akhirnya pembebasan (mokṣa).

Shlokas

Verse 1

ईश्वर उवाच । मार्कण्डेश्वरतो देवि उत्तरे लिंगमुत्तमम् । धनुषां पञ्चदशभिर्गौतमेश्वरनामकम्

Īśvara bersabda: Wahai Dewi, di sebelah utara Mārkaṇḍeśvara—pada jarak lima belas panjang busur—ada sebuah liṅga utama bernama Gautameśvara.

Verse 2

गुरुं हत्वा पुरा देवि गौतमः पापदुःखितः । तत्र लिंगं प्रतिष्ठाप्य तस्मात्पापाद्व्यमुच्यत

Dahulu, wahai Dewi, Gautama telah membunuh gurunya; diliputi duka karena dosa, ia menegakkan (pratiṣṭhā) liṅga di sana, dan dengan itu ia terbebas dari dosa tersebut.

Verse 3

यस्तत्र कपिलां दद्यात्स्नात्वा नद्यां विधानतः । संपूज्य विधिवल्लिंगं मुच्यते पञ्चपातकैः

Barangsiapa di sana, setelah mandi di sungai menurut tata cara, mempersembahkan seekor sapi kapilā (berwarna cokelat kemerahan) dan memuja liṅga dengan semestinya, ia terbebas dari lima dosa besar.

Verse 216

इति श्रीस्कांदे महापुराण एकाशीतिसाहस्र्यां संहितायां सप्तमे प्रभासखण्डे प्रथमे प्रभासक्षेत्रमाहात्म्ये गौतमेश्वरमाहात्म्यवर्णनंनाम षोडशोत्तरद्विशततमोऽध्यायः

Demikian berakhir, dalam Śrī Skanda Mahāpurāṇa—dalam Saṃhitā berisi delapan puluh satu ribu śloka—pada Prabhāsa Khaṇḍa yang ketujuh, dan pada bagian pertama Prabhāsa-kṣetra-māhātmya, bab berjudul “Uraian Kemuliaan Gautameśvara,” yakni Bab 216.