
Adhyaya ini menampilkan wejangan teologis yang dipimpin oleh Īśvara tentang kemuliaan Kauśikeśvara di Prabhāsa. Tempat suci ini disebut berada di arah īśāna (timur laut) dari Kaśyapeśvara, berjarak delapan dhanus, dan dipuji sebagai tirtha yang sangat menyucikan serta pemusnah dosa besar (mahāpātaka-nāśana). Dikisahkan asal namanya: Kauśika, setelah membunuh putra-putra Vasiṣṭha dan menanggung cela, menegakkan liṅga di sana, melakukan pemujaan, lalu terbebas dari dosa. Penutupnya berupa phalaśruti singkat: siapa yang berdarśana dan ber-pūjā kepada liṅga itu memperoleh hasil yang diinginkan (vāñchita-phala).
Verse 1
ईश्वर उवाच । धनुषामष्टभिस्तस्मादीशाने कश्यपेश्वरात् । कौशकेश्वरनामानं महापातकनाशनम्
Īśvara bersabda: Dari Kaśyapeśvara ke arah timur laut, pada jarak delapan dhanu, terdapat liṅga bernama Kauśikeśvara, pemusnah dosa-dosa besar.
Verse 2
वसिष्ठतनयान्हत्वा तत्र कौशिकसत्तमः । स्थापयामास तल्लिंगं मुक्तपापस्ततोऽभवत्
Setelah membunuh putra-putra Vasiṣṭha, Kauśika yang mulia di sana menegakkan (menahbiskan) liṅga itu; sejak saat itu ia pun terbebas dari dosa.
Verse 3
तं दृष्ट्वा पूजयित्वा तु लभते वाञ्छितं फलम्
Dengan memandangnya dan memujanya, seseorang memperoleh buah yang diinginkan.
Verse 214
इति श्रीस्कांदे महा पुराण एकाशीतिसाहस्र्यां संहितायां सप्तमे प्रभासखण्डे प्रथमे प्रभासक्षेत्रमाहात्म्ये कौशिकेश्वरमाहात्म्यवर्णनंनामचतुर्दशोत्तरद्विशततमोऽध्यायः
Demikianlah dalam Śrī Skanda Mahāpurāṇa, dalam Saṃhitā berisi delapan puluh satu ribu śloka, pada Prabhāsa-khaṇḍa ketujuh, bagian pertama Prabhāsakṣetra-māhātmya, berakhir bab ke-214 berjudul “Uraian Kemuliaan Kauśikeśvara”.