
Dalam adhyāya ini, resi Mārkaṇḍeya menyebut sebuah tirtha yang tiada banding bernama Devatīrtha, terletak di tepi selatan Sungai Narmadā (Revā). Kesuciannya ditegakkan melalui teladan ilahi: para dewa berkumpul di sana, dan Parameśvara dinyatakan berkenan pada tempat itu. Adhyāya ini juga menetapkan kelayakan batin peziarah: mandi suci (snāna) hendaknya dilakukan dengan bebas dari kāma (nafsu/hasrat) dan krodha (amarah). Buahnya ditegaskan dengan jelas—snāna demikian memberi pahala setara dengan hasil sedekah seribu ekor sapi (go-sahasra-phala), mengajarkan bahwa laku lahiriah harus menyatu dengan pengendalian diri.
Verse 1
श्रीमार्कण्डेय उवाच । नर्मदादक्षिणे कूले देवतीर्थमनुत्तमम् । तत्र देवैः समागत्य तोषितः परमेश्वरः
Śrī Mārkaṇḍeya bersabda: Di tepi selatan Narmadā terdapat Devatīrtha yang tiada banding. Di sana para dewa berhimpun dan menyenangkan Parameśvara, Śiva.
Verse 2
तत्र तीर्थे तु यः स्नात्वा कामक्रोधविवर्जितः । स लभेन्नात्र सन्देहो गोसहस्रफलं ध्रुवम्
Barangsiapa mandi di tīrtha itu, bebas dari nafsu dan amarah, niscaya memperoleh pahala sedekah seribu ekor sapi—tanpa keraguan.
Verse 130
। अध्याय
Di sini berakhirlah bab ini.