
Adhyāya ini disampaikan sebagai ajaran Resi Mārkaṇḍeya kepada seorang raja, agar bergerak menuju Bhṛkuṭeśvara, yang dipuji sebagai tirtha (tempat suci) yang unggul. Kewibawaan tempat ini diteguhkan melalui kisah tapa-brata Maharsi Bhṛgu—sangat berdaya dan berwatak keras—yang menjalani pertapaan panjang demi memperoleh keturunan. Lalu Dewa yang disebut dengan gelar ‘Andhakaghātin’ (pembunuh Andhaka), yakni Parameśvara, berkenan memberi anugerah; dengan demikian tirtha ini bernaung pada kuasa ilahi Śaiva. Selanjutnya dijelaskan laku ritual beserta buahnya: mandi suci di tirtha lalu memuja Parameśvara menghasilkan pahala delapan kali buah yajña Agniṣṭoma. Pencari putra yang menyiramkan (snāpana) Bhṛkuṭeśa dengan ghee dan madu akan memperoleh putra yang diidamkan. Kemuliaan dāna juga ditegaskan—memberi emas kepada brāhmaṇa, atau sebagai pilihan memberi sapi dan tanah, dipandang setara dengan menganugerahkan seluruh bumi beserta lautan, gua, gunung, hutan, dan kebun. Pada penutupnya, sang dermawan menikmati kenikmatan surga dan kemudian lahir kembali di bumi dengan kedudukan tinggi, sebagai raja atau brāhmaṇa yang sangat dihormati—sebuah tatanan pahala yang mengikat bhakti dan derma pada kesucian tempat.
Verse 1
मार्कण्डेय उवाच । ततो गच्छेत्तु राजेन्द्र भृकुटेश्वरमुत्तमम् । यत्र सिद्धो महाभागो भृगुः परमकोपनः
Mārkaṇḍeya berkata: “Kemudian, wahai raja agung, hendaklah engkau pergi ke Bhṛkuṭeśvara yang mulia; di sanalah resi Bhṛgu yang amat berbahagia—termashyur karena murka yang dahsyat—mencapai kesempurnaan (siddha).”
Verse 2
तेन वर्षशतं साग्रं तपश्चीर्णं पुरानघ । पुत्रार्थं वरयामास पुत्रं पुत्रवतां वरः
Wahai yang tak bercela, dahulu ia menjalani tapa selama seratus tahun lebih; demi memperoleh putra, ia—yang terbaik di antara para ayah—memohon anugerah seorang putra.
Verse 3
वरो दत्तो महाभाग देवेनान्धकघातिना । तत्र तीर्थे तु यः स्नात्वा पूजयेत्परमेश्वरम्
Wahai yang amat berbahagia, anugerah itu diberikan oleh dewa pembunuh Andhaka. Dan siapa pun yang mandi di tīrtha itu lalu memuja Parameśvara…
Verse 4
अग्निष्टोमस्य यज्ञस्य फलमष्टगुणं लभेत् । भृकुटेशं तु यः कश्चिद्घृतेन मधुना सह
Ia akan memperoleh delapan kali lipat buah yajña Agniṣṭoma. Dan siapa pun yang memuja Bhṛkuṭeśa dengan ghee dan madu…
Verse 5
पुत्रार्थी स्नापयेद्भक्त्या स लभेत्पुत्रमीप्सितम् । तत्र तीर्थे तु यः स्नात्वा दद्याद्विप्राय काञ्चनम्
Barangsiapa mendambakan putra hendaknya, dengan bhakti, melaksanakan pemandian suci (abhiseka) bagi Bhṛkuṭeśa; ia memperoleh putra yang diidamkan. Dan siapa pun yang mandi di tīrtha itu lalu mempersembahkan emas kepada seorang brāhmaṇa…
Verse 6
गोदानं वा महीं वापि तस्य पुण्यफलं शृणु
Baik itu dāna seekor sapi maupun dāna sebidang tanah—dengarkanlah buah kebajikan dari perbuatan itu.
Verse 7
ससमुद्रगुहा तेन सशैलवनकानना । दत्ता पृथ्वी न सन्देहस्तेन सर्वा नृपोत्तम
Wahai raja terbaik, tanpa ragu ia telah menganugerahkan seluruh bumi—beserta samudra dan gua-gua, beserta gunung, hutan, dan rimba belukar.
Verse 8
तेन दानेन स स्वर्गे क्रीडयित्वा यथासुखम् । मर्त्ये भवति राजेन्द्रो ब्राह्मणो वा सुपूजितः
Dengan dāna itu ia bersenang-senang di surga sesuai kehendaknya; dan ketika kembali ke dunia fana, wahai rājendra, ia menjadi penguasa para raja atau seorang brāhmaṇa yang sangat dimuliakan.
Verse 128
। अध्याय
Akhir bab (Adhyāya).