
Bab ini menyajikan petunjuk tirtha secara ringkas dalam bingkai dialog. Śrī Mārkaṇḍeya menasihati Raja Mahīpāla agar berangkat ke Narmadeśvara, sebuah tirtha yang dipuji sebagai tempat suci yang utama dan luhur. Pokok ajarannya bersifat penyelamatan dan penebusan: siapa pun yang mandi suci di tirtha itu dibebaskan dari seluruh kilmbiṣa (cela moral/ritual). Lalu ditambahkan catatan tentang hasil akhir: entah kematian terjadi karena memasuki api, karena air, ataupun melalui kematian ‘unanāśaka’ (tidak merusak/tidak efektif), arah perjalanannya disebut ‘anivartikā gati’ (jalan yang tak berbalik), sebagaimana diajarkan sebelumnya oleh Śaṅkara. Dengan demikian, perintah ziarah, janji penyucian, dan rantai otoritas (Śiva → penutur) meneguhkan kemuliaan penyelamat Narmadeśvara.
Verse 1
श्रीमार्कण्डेय उवाच । ततो गच्छेन्महीपाल नर्मदेश्वरमुत्तमम् । तत्र तीर्थे नरः स्नात्वा मुच्यते सर्वकिल्बिषैः
Śrī Mārkaṇḍeya bersabda: Kemudian, wahai pelindung bumi, pergilah ke Narmadeśvara yang utama. Di tīrtha itu, setelah mandi suci, seseorang terbebas dari segala dosa.
Verse 2
अग्निप्रवेशश्च जलेऽथवा मृत्युरनाशके । अनिवर्तिका गतिस्तस्य यथा मे शङ्करोऽब्रवीत्
Entah ia memasuki api, atau air, atau menemui kematian di tempat yang tiada kebinasaan—perjalanannya ke depan menjadi tak berbalik, sebagaimana Śaṅkara sendiri pernah bersabda kepadaku.
Verse 124
। अध्याय
Adhyāya (penanda naskah untuk judul/akhir bab).