
Yoga, Philosophy, and Liberation
Dalam arsitektur tujuh bagian Śiva Purāṇa, Vāyu Saṃhitā (terbagi menjadi Pūrva dan Uttara) tampil sebagai puncak yang berorientasi pada pembebasan. Ia menegaskan Paśupati-tattva: Bhagavān Śiva sebagai Penguasa jiwa-jiwa yang terikat (paśu) sekaligus Penguasa ikatan (pāśa) yang membatasi pengalaman. Bagian Pūrva menonjolkan disiplin persiapan sādhanā: pengendalian etis, bhakti, mantra-japa, pemujaan batin, serta pemantapan meditasi. Kehidupan berjasad tidak dipandang sebagai penghalang, melainkan sebagai ladang pemurnian, tempat karma dan kecenderungan batin disucikan melalui ingatan dan penyerahan kepada Śiva. Bagian Uttara memperdalam ajaran metafisika dan keselamatan (soteriologi). Keterikatan ditelusuri pada avidyā dan pembiasaan karmis; pembebasan dirumuskan sebagai Śiva-realization (sākṣātkāra Śiva) yang dicapai melalui viveka, meditasi yang berkesinambungan, dan anugraha—rahmat Tuhan. Di kedua bagian, yoga bukan sekadar teknik, melainkan jalan Śaiva yang utuh, tempat bhakti, jñāna, dan latihan disiplin bertemu. Puncaknya adalah pengenalan Śiva sebagai Diri terdalam dan sebagai landasan transenden dari segala sesuatu, sehingga mokṣa menjadi pengalaman kesadaran yang suci dan membebaskan.
Vayaviya Samhita contains 2 Khandas (sections).
It develops Śaiva cosmology and theology through cyclical creation (kalpa), explaining why and how Rudra/Maheśa manifests to regulate cosmic order, empower growth, and integrate transcendence with immanent divine roles.
Kalpa-cycles governed by divine agency: Brahmā’s sṛṣṭi requires Rudra’s stabilizing intervention, framed through śakti, ājñā (divine command), and the gaṇa-based administration of the cosmos.
It supplies mythic-technical rationales for Rudra’s forms, functions, and iconography, grounding later devotional and philosophical readings of Śiva as both supreme principle and operative cosmic governor.
Read Shiva Purana in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.