
Sukta 8.29
A single deity-power presented as 'the One' (likely Agni/Indra-type heroic power; identification uncertain from isolated verses)
Kidung ini merenungkan satu Daya ilahi yang heroik—disebut “Yang Satu”—yang bergerak secara khas, menyelubungi diri dengan cahaya keemasan, dan mengetahui jalan-jalan rahasia serta “harta” batin. Kidung ini mengaitkan Yang Satu itu dengan nyanyian ilham para resi (Sāman), yang dengannya terang yang tersembunyi dimunculkan ke dalam perwujudan dan Matahari dibuat bersinar, menandakan kemenangan esoteris pencerahan atas penyelubungan.
Mantra 1
बभ्रुरेको विषुणः सूनरो युवाञ्ज्यङ्क्ते हिरण्ययम् ॥
Yang Esa, berwarna cokelat-kekuningan, berbeda dalam geraknya—yang muda dan perkasa; ia mengurapi dan menghiasi dirinya dengan sinar keemasan.
Mantra 2
योनिमेक आ ससाद द्योतनोऽन्तर्देवेषु मेधिरः ॥
Yang Esa telah duduk di yoni (rahim/sumber); bercahaya di antara para dewa, ia adalah yang bijak, pengatur kecerdasan.
Mantra 3
वाशीमेको बिभर्ति हस्त आयसीमन्तर्देवेषु निध्रुविः ॥
Yang Esa memegang di tangannya kapak besi; di antara para dewa ia teguh berdiri—penegak karya yang tak tergoyahkan.
Mantra 4
वज्रमेको बिभर्ति हस्त आहितं तेन वृत्राणि जिघ्नते ॥
Sang Esa memegang vajra di tangannya, telah ditempatkan di sana; dengannya Ia menumbangkan Vṛtra—segala selubung yang menghalangi aliran cahaya dan daya.
Mantra 5
तिग्ममेको बिभर्ति हस्त आयुधं शुचिरुग्रो जलाषभेषजः ॥
Sang Esa memegang di tangannya senjata yang tajam; murni dan dahsyat, Ia adalah penyembuh, pemilik obat yang memulihkan air-air kehidupan.
Mantra 6
पथ एकः पीपाय तस्करो यथाँ एष वेद निधीनाम् ॥
Sang Esa mengetahui jalan-jalan dan membuatnya mengembang oleh gerak—seperti pencuri yang mengetahui harta terpendam; demikianlah daya ini mengetahui simpanan rahasia di dalam diri kita.
Mantra 7
त्रीण्येक उरुगायो वि चक्रमे यत्र देवासो मदन्ति ॥
Sang Esa, luas dalam perjalanannya dan agung dalam keberadaannya, telah mengukur tiga dunia; di sanalah para dewa bersukacita dan mabuk-cahaya dalam ekstasi.
Mantra 8
विभिर्द्वा चरत एकया सह प्र प्रवासेव वसतः ॥
Dengan banyak daya, dua bergerak; namun bersama Sang Esa mereka bergerak seiring; mereka berdiam dan maju seakan-akan dalam hamparan jauh-bercahaya dari perjalanan jiwa.
Mantra 9
सदो द्वा चक्राते उपमा दिवि सम्राजा सर्पिरासुती ॥
Dua singgasana kuasa telah mereka bentuk—tiada banding di langit—dua raja berdaulat, mencurahkan sari jernih (sarpis) sebagai persembahan santapan bercahaya.
Mantra 10
अर्चन्त एके महि साम मन्वत तेन सूर्यमरोचयन् ॥
Sebagian melantunkan pujian; dalam nyala kidung mereka mereka menginsafi Sāman yang agung; dengan itu mereka membuat Surya bersinar—menampakkan cahaya yang tersembunyi.
The hymn points to a single divine Power called “the One” (Eka). From the imagery—golden radiance, youthful strength, guidance on paths—it can be read as an Agni/Indra-like heroic light, but the identification remains fluid.
It suggests concealed stores of wealth and power—both outer resources and inner capacities. The One is portrayed as knowing where these are hidden and how to bring them into use.
It expresses a Vedic idea that inspired sound is creative and revelatory. When seers form the true chant, it ‘brings out’ the hidden light—symbolically making the Sun (clarity and truth) appear.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.