Rig Veda Sukta 43
Mandala 10Sukta 4311 Mantras

Sukta 43

Sukta 10.43

Devata

Indra

Chandas

Trishtubh (probable; requires verification)

Kidung ini merupakan pujian yang padu kepada Indra sebagai kekuatan yang dermawan dan pemenang pertempuran, yang dicari dengan penuh hasrat oleh pikiran-pikiran terilham sang resi, laksana sahabat-sahabat penuh kasih memeluk kekasih. Himne ini memohon Indra bergerak di antara para klan, menampakkan kemakmuran (sapi/kekayaan), dan menolong pemuja mengatasi permusuhan melalui persembahan Soma yang kuat. Penutupnya beralih pada perlindungan menyeluruh—Bṛhaspati menjaga dari segala arah, dan Indra membuka “ruang lapang” (varivas) bagi para sahabatnya di sepanjang jalan.

Mantras

Mantra 1

अच्छा म इन्द्रं मतयः स्वर्विदः सध्रीचीर्विश्वा उशतीरनूषत । परि ष्वजन्ते जनयो यथा पतिं मर्यं न शुन्ध्युं मघवानमूतये ॥

Menuju Indra, pikiran-pikiranku—para penemu dunia-surya (svar)—telah berseru; semuanya searah, bersatu, dan penuh hasrat. Mereka memeluknya sebagaimana para perempuan memeluk suami terkasih, sebagaimana kepada mempelai yang cemerlang: Sang Dermawan (Maghavan), demi pertolongan.

Mantra 2

न घा त्वद्रिगप वेति मे मनस्त्वे इत्कामं पुरुहूत शिश्रय । राजेव दस्म नि षदोऽधि बर्हिष्यस्मिन्त्सु सोमेऽवपानमस्तु ते ॥

Tak pernah pikiranku berpaling darimu; hanya padamu, wahai yang banyak diseru, ia bersandar sebagai hasratnya. Duduklah, wahai yang menakjubkan, laksana raja di atas singgasana suci; dalam Soma ini semoga ada bagimu tegukan penuh dan penerimaan.

Mantra 3

विषूवृदिन्द्रो अमतेरुत क्षुधः स इद्रायो मघवा वस्व ईशते । तस्येदिमे प्रवणे सप्त सिन्धवो वयो वर्धन्ति वृषभस्य शुष्मिणः ॥

Indra meluaskan kami keluar dari niat yang sesat dan dari lapar; dialah Sang Dermawan yang sungguh berkuasa atas harta dan kebaikan. Baginya, di lereng yang menurun ke depan, tujuh sungai menambah arusnya—daya gerak—bagi Sang Banteng yang kuat, penuh daya pendorong.

Mantra 4

वयो न वृक्षं सुपलाशमासदन्त्सोमास इन्द्रं मन्दिनश्चमूषदः । प्रैषामनीकं शवसा दविद्युतद्विदत्स्वर्मनवे ज्योतिरार्यम् ॥

Seperti burung hinggap pada pohon yang kaya daun indah, demikianlah Soma yang menggembirakan telah mendatangi Indra, yang duduk di bejana pemerasan. Barisan depan kekuatannya berkilat oleh daya; mereka menemukan dunia Surya dan cahaya Arya bagi Manu—pencari manusia.

Mantra 5

कृतं न श्वघ्नी वि चिनोति देवने संवर्गं यन्मघवा सूर्यं जयत् । न तत्ते अन्यो अनु वीर्यं शकन्न पुराणो मघवन्नोत नूतनः ॥

Seperti lemparan kemenangan yang dikumpulkan oleh pemain yang mujur, demikianlah seluruh taruhan diraih ketika Sang Dermawan (Maghavan) menaklukkan Surya. Tiada yang lain sanggup menyusul daya-kepahlawananmu itu, wahai Maghavan—baik yang purba maupun yang baru.

Mantra 6

विशंविशं मघवा पर्यशायत जनानां धेना अवचाकशद्वृषा । यस्याह शक्रः सवनेषु रण्यति स तीव्रैः सोमैः सहते पृतन्यतः ॥

Dari klen ke klen Sang Dermawan (Maghavan) berkelana; Sang Banteng membuat kawanan-kawanan umat manusia tampak bercahaya. Ia yang dalam pemerasan Soma-nya Shakra bersukacita—dialah yang, bersama Soma-Soma yang kuat, mengalahkan mereka yang mengobarkan perang.

Mantra 7

आपो न सिन्धुमभि यत्समक्षरन्त्सोमास इन्द्रं कुल्या इव ह्रदम् । वर्धन्ति विप्रा महो अस्य सादने यवं न वृष्टिर्दिव्येन दानुना ॥

Seperti air yang mengalir bersama menuju sungai, demikianlah Soma-Soma mengalir kepada Indra, laksana saluran-saluran menuju danau. Para resi menambah kebesarannya di singgasananya, sebagaimana hujan—oleh sang pemberi surgawi—membuat jelai tumbuh.

Mantra 8

वृषा न क्रुद्धः पतयद्रजस्स्वा यो अर्यपत्नीरकृणोदिमा अपः । स सुन्वते मघवा जीरदानवेऽविन्दज्ज्योतिर्मनवे हविष्मते ॥

Bagaikan banteng yang murka ia menerjang melalui ruang-ruang antara (rajas); dia yang menjadikan air-air ini bertuan para Ārya (penguasa yang sah). Dialah Sang Mahāwan (Maghavā) yang bagi Manu—yang memeras Soma dan membawa persembahan—menemukan Cahaya; menganugerahkan karunia yang cepat kepada pemberi yang tekun.

Mantra 9

उज्जायतां परशुर्ज्योतिषा सह भूया ऋतस्य सुदुघा पुराणवत् । वि रोचतामरुषो भानुना शुचिः स्वर्ण शुक्रं शुशुचीत सत्पतिः ॥

Biarlah daya pembelah (paraśu) lahir menjulang ke atas bersama Cahaya; semoga pemerah yang dermawan dari Kebenaran (ṛta) menjadi lagi seperti dahulu kala. Biarlah yang kemerah-merahan itu bersinar dengan sinar sucinya; sang penguasa yang benar (satpati) telah menyalakan kilau terang dunia-surya di dalam.

Mantra 10

गोभिष्टरेमामतिं दुरेवां यवेन क्षुधं पुरुहूत विश्वाम् । वयं राजभिः प्रथमा धनान्यस्माकेन वृजनेना जयेम ॥

Dengan sinar-sinar (sapi-sapi cahaya) semoga kami menyeberangi pikiran yang bengkok, pembawa celaka; dengan gandum kelimpahan semoga kami menaklukkan segala lapar, wahai yang banyak diseru. Bersama raja-raja kami (daya-daya penguasa) semoga kami merebut kekayaan yang pertama; dengan barisan tertata milik kami sendiri semoga kami menang.

Mantra 11

बृहस्पतिर्नः परि पातु पश्चादुतोत्तरस्मादधरादघायोः । इन्द्रः पुरस्तादुत मध्यतो नः सखा सखिभ्यो वरिवः कृणोतु ॥

Semoga Bṛhaspati melindungi kami dari segala penjuru—dari belakang, dari atas, dan dari bawah—terhadap kekuatan-kekuatan yang menghendaki keburukan. Semoga Indra, di depan dan di tengah-tengah kami, sebagai sahabat kami, melapangkan ruang dan membuka jalan bebas bagi para sahabatnya.

Frequently Asked Questions

It praises Indra as the generous, powerful protector who responds to sincere invocation and Soma offerings, granting victory over hostility and increasing prosperity. It also asks for safe passage and ‘wide space’ in life’s journey.

The image expresses closeness and trust: the worshipper’s thoughts cling to Indra with devotion and urgency, suggesting that divine help is sought with affectionate confidence, not only fear or formality.

The closing functions like a protective seal: Bṛhaspati is invoked for all-around guarding, while Indra is asked to lead from the front and create open, obstacle-free space (varivas) for the community.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App