Rig Veda Sukta 3
Mandala 10Sukta 37 Mantras

Sukta 3

Sukta 10.3

Devata

Agni

Himne Agni yang singkat ini menggambarkan dewa api sebagai daya yang garang namun membawa berkah, tajam membedakan; sinar luasnya mengusir kegelapan dan menuntun sang pelaku yajña menuju “fajar” kejernihan. Himne ini menyalakan Agni sebagai sahabat yang ramah dan memohon agar ia segera datang dengan kuda-kuda yang terpasang kuk dengan baik, duduk di singgasana ritual, serta mengangkut persembahan dan niat di antara Langit dan Bumi.

Mantras

Mantra 1

इनो राजन्नरतिः समिद्धो रौद्रो दक्षाय सुषुमाँ अदर्शि । चिकिद्वि भाति भासा बृहतासिक्नीमेति रुशतीमपाजन् ॥

Wahai Raja, Daya yang menyala (Agni) tampak—garang dalam kekuatan bagi karya kemahiran; terjaga dan arif, ia bersinar dengan cahaya yang luas, menghalau kegelapan, bergerak menuju fajar kesadaran yang bercahaya.

Mantra 2

कृष्णां यदेनीमभि वर्पसा भूज्जनयन्योषां बृहतः पितुर्जाम् । ऊर्ध्वं भानुं सूर्यस्य स्तभायन्दिवो वसुभिररतिर्वि भाति ॥

Ketika dengan wujudnya sendiri ia menghadapi kehitaman, melahirkan yang muda bercahaya, anak Sang Bapa Yang Mahaluas; ia menegakkan sinar Surya, dan dengan kekayaan langit Daya yang bergerak itu bersinar luas.

Mantra 3

भद्रो भद्रया सचमान आगात्स्वसारं जारो अभ्येति पश्चात् । सुप्रकेतैर्द्युभिरग्निर्वितिष्ठन्रुशद्भिर्वर्णैरभि राममस्थात् ॥

Dengan yang mujur bersama yang mujur ia telah datang; laksana kekasih ia menyusul saudarinya dari belakang. Agni, berdiri menampakkan diri dengan cahaya-cahaya berwawasan jernih, menempatkan diri menghadap sukacita, berselimut warna-warna yang berkilau.

Mantra 4

अस्य यामासो बृहतो न वग्नूनिन्धाना अग्नेः सख्युः शिवस्य । ईड्यस्य वृष्णो बृहतः स्वासो भामासो यामन्नक्तवश्चिकित्रे ॥

Gerak-gerik Sang Mahabesar ini, laksana nyala yang cepat, menyalakan Agni yang bersahabat dan penuh rahmat. Dari Yang patut dipuja, Sang Perkasa, Sang Mahabesar itu, daya-daya cahayanya sendiri melaju di jalannya—terurapi, terjaga untuk membeda-bedakan.

Mantra 5

स्वना न यस्य भामासः पवन्ते रोचमानस्य बृहतः सुदिवः । ज्येष्ठेभिर्यस्तेजिष्ठैः क्रीळुमद्भिर्वर्षिष्ठेभिर्भानुभिर्नक्षति द्याम् ॥

Laksana arus yang bergema, sinar-sinarnya mengalir—milik Sang Mahabesar yang bercahaya, dari langit yang baik. Dengan berkas-berkas tertua, paling menyala, bermain-kuasa, paling melimpah, ia menjangkau dan menguasai langit cahaya.

Mantra 6

अस्य शुष्मासो ददृशानपवेर्जेहमानस्य स्वनयन्नियुद्भिः । प्रत्नेभिर्यो रुशद्भिर्देवतमो वि रेभद्भिररतिर्भाति विभ्वा ॥

Kekuatan-kekuatannya tampak—milik Dia yang tak terhalang—bergetar oleh daya, bergemuruh dengan pasukan yang terpasang pada kuk. Dengan tenaga-tenaga purba yang berkilau, yang paling ilahi, dengan ujaran-ujaran wahyu, Sang Daya yang bergerak (arati) memancar, meliputi segala.

Mantra 7

स आ वक्षि महि न आ च सत्सि दिवस्पृथिव्योररतिर्युवत्योः । अग्निः सुतुकः सुतुकेभिरश्वै रभस्वद्भी रभस्वाँ एह गम्याः ॥

Bawalah kepada kami kebesaran itu dan duduklah di sini bersama kami—Agni, Daya yang bergerak (arati) dari dua yang muda: Langit dan Bumi. Dengan kuda-kuda yang cepat, terpasang baik, penuh dorongan dan kuat, datanglah ke sini, ke ladang persembahan kami.

Frequently Asked Questions

It praises Agni as a powerful, wakeful light that removes darkness and supports skillful action, and it invites him to come and preside over the offering.

The hymn describes Agni’s light as wide and far-reaching, and it links the fire with awareness (cikit)—the capacity to notice, understand, and act rightly.

It can be recited when lighting a sacred lamp or fire, especially at dawn or at the start of a ritual, as an invocation for clarity, protection of the rite, and steady inner aspiration.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App