
Sukta 10.177
Pataṅga / Solar-bird (mystic Sun); associated with Asura (sovereign) and the Marīcīs (rays)
Himne singkat namun sangat mistis ini merenungkan Pataṅga, prinsip surya “bersayap”, sebagai Matahari kesadaran yang tersembunyi, yang dipersepsi para resi melalui hati dan budi. Ia mengaitkan burung-surya itu dengan māyā Asura (daya kedaulatan yang membentuk), dengan Marīcī (sinar-sinar pencerahan), serta dengan Vāk (Sabda ilham) yang dijaga di stasiun Ṛta (tatanan kebenaran).
Mantra 1
पतंगमक्तमसुरस्य मायया हृदा पश्यन्ति मनसा विपश्चितः । समुद्रे अन्तः कवयो वि चक्षते मरीचीनां पदमिच्छन्ति वेधसः ॥
Para resi yang tercerahkan memandang dengan hati dan budi Sang Bersayap, yang diurapi oleh māyā Asura—daya pembentuknya. Di dalam samudra kesadaran para penyair membedakan; para vedhas mencari kedudukan Sinar-sinar (rumah pencerahan).
Mantra 2
पतंगो वाचं मनसा बिभर्ति तां गन्धर्वोऽवदद्गर्भे अन्तः । तां द्योतमानां स्वर्यं मनीषामृतस्य पदे कवयो नि पान्ति ॥
Sang Bersayap memanggul Sabda dalam batin; Gandharwa mengucapkannya di dalam rahim segala yang ada. Ilham yang bercahaya, seterang surya itu—para resi menjaganya dan meminumnya di tapak Ṛta (Tata-Kebenaran).
Pataṅga is the “winged one,” a symbolic form of the Sun—an inner light that enlightened seers perceive through heart and mind, not only with the physical eyes.
Here Asura means a sovereign, ordering power, and māyā means the capacity to shape or form. The hymn suggests the Sun’s revelation works through a higher intelligence that organizes vision and insight.
It is the stable ground of truth-order—where inspired understanding becomes clear, protected, and assimilated. The seers “guard and drink” the shining inspiration there, meaning they preserve it and live by it.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.