
Sukta 10.171
Indra
Himne Indra yang singkat ini berulang kali menyapa sang dewa sebagai dia yang “mendorong ke depan” apa pun yang terhenti atau tersembunyi—kereta, niat, bahkan Matahari itu sendiri. Penyair memuji Indra karena mendengar seruan sang pemersembah Soma, melonggarkan manusia fana dari belenggu yang mengikat, dan memajukan penerangan melampaui kuasa-kuasa yang membatasi.
Mantra 1
त्वं त्यमिटतो रथमिन्द्र प्रावः सुतावतः । अशृणोः सोमिनो हवम् ॥
Engkau, wahai Indra, memajukan dan melindungi kereta yang melaju penuh gairah milik pemeras Soma; Engkau mendengar seruan sang somin, pemilik sukacita Soma.
Mantra 2
त्वं मखस्य दोधतः शिरोऽव त्वचो भरः । अगच्छः सोमिनो गृहम् ॥
Engkau merenggut kepala Makha, menanggalkan kulit penutupnya; Engkau pun datang ke rumah sang pemilik Soma.
Mantra 3
त्वं त्यमिन्द्र मर्त्यमास्त्रबुध्नाय वेन्यम् । मुहुः श्रथ्ना मनस्यवे ॥
Engkau, wahai Indra, berulang-ulang melonggarkan (membebaskan) insan fana itu—yang patut dibangunkan kepada dasar senjata, kepada landasan kuasa yang teguh—yang didambakan oleh pencari-budi; Engkau melepaskannya bagi niat yang benar.
Mantra 4
त्वं त्यमिन्द्र सूर्यं पश्चा सन्तं पुरस्कृधि । देवानां चित्तिरो वशम् ॥
Engkau, wahai Indra, menjadikan Surya (Matahari) yang berada di belakang itu tampil di hadapan; melampaui bahkan kendali yang membatasi dari para dewa—majukan cahaya itu agar memimpin penglihatan kami.
It praises Indra for advancing what is stuck—protecting the sacrificer’s progress, freeing a person from constraints, and bringing hidden light (like the Sun) into the lead.
It is a poetic way of asking Indra to reverse obscurity: to make illumination, clarity, and right vision come forward and guide action.
Yes. The first verse explicitly speaks of the Soma-presser and Indra hearing the call, so it fits naturally within Soma offerings or Indra praise during fire-ritual contexts.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.