Rig Veda Sukta 168
Mandala 10Sukta 1684 Mantras

Sukta 168

Sukta 10.168

Rishi

Traditionally, Sukta 10.168 is attributed to a Vāta-stuti seer in late Mandala 10; exact rishi requires Anukramaṇī confirmation.

Devata

Vāta (Wind)

Chandas

Likely Triṣṭubh (common in nature hymns of RV X); confirm by scan.

Himne Vāta-stuti yang singkat ini memuji Angin sebagai daya yang tak terlihat namun tak terbantahkan: keretanya menggelegar laksana guruh, menjangkau langit, dan mengangkat debu bumi. Ia mengagumi gerak Vāta yang tak henti melintasi ruang antara serta asal-usulnya yang misterius, lalu berpuncak dengan menyatakan bahwa Vāta adalah “Diri” para dewa dan rahim/janin dunia, layak menerima persembahan.

Mantras

Mantra 1

वातस्य नु महिमानं रथस्य रुजन्नेति स्तनयन्नस्य घोषः । दिविस्पृग्यात्यरुणानि कृण्वन्नुतो एति पृथिव्या रेणुमस्यन् ॥

Kini kebesaran kereta Vāta melaju, menerobos dan meremukkan; suaranya menggelegar. Menyentuh langit, ia bergerak, menyalakan cahaya-cahaya merah; dan ia pun melaju, menghamburkan debu bumi—menggugah ladang kehidupan agar bergerak.

Mantra 2

सं प्रेरते अनु वातस्य विष्ठा ऐनं गच्छन्ति समनं न योषाः । ताभिः सयुक्सरथं देव ईयतेऽस्य विश्वस्य भुवनस्य राजा ॥

Bersama-sama para pengiring terdorong maju mengikuti Vāta; mereka pergi menyongsongnya seperti para gadis menuju pertemuan. Bersama mereka, terpasang dan dalam satu kereta, sang dewa bergerak—dialah raja seluruh dunia yang menjadi ini.

Mantra 3

अन्तरिक्षे पथिभिरीयमानो न नि विशते कतमच्चनाहः । अपां सखा प्रथमजा ऋतावा क्व स्विज्जातः कुत आ बभूव ॥

Bergerak di jalan-jalan di antara-langit, ia tak pernah berdiam pada hari mana pun. Sahabat Perairan, yang pertama lahir, penjaga Ṛta—di manakah sesungguhnya ia dilahirkan, dari manakah ia menjadi ada?

Mantra 4

आत्मा देवानां भुवनस्य गर्भो यथावशं चरति देव एषः । घोषा इदस्य शृण्विरे न रूपं तस्मै वाताय हविषा विधेम ॥

Dialah Ātman para dewa, benih-rahim jagat; dewa ini bergerak menurut kehendaknya. Suaranya sungguh terdengar, bukan rupanya; kepada Vāta itulah kami persembahkan havis—penyerahan diri kepada penggerak yang tak terlihat.

Frequently Asked Questions

The hymn praises Vāta, the Wind—an invisible force known by his sound and by what he moves in sky and on earth.

Wind is not just weather: it is a life-giving cosmic power that moves through the midspace without rest, supports the world’s order, and is sensed through effects rather than seen as a form.

It highlights Vāta’s subtle nature: we perceive him by his roar, rush, and the dust or clouds he drives, while his own ‘shape’ cannot be directly grasped—so worship is offered to the unseen mover.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App