Rig Veda Sukta 144
Mandala 10Sukta 1446 Mantras

Sukta 144

Sukta 10.144

Devata

Soma (Indu) offered to an 'immortal' recipient (likely Indra or a general deva addressed as amartya); verse foregrounds Soma’s force

Himne singkat ini memuliakan Soma yang telah diperas (Indu) sebagai daya hidup yang mengalir deras dan melesat, dipersembahkan kepada seorang penerima “yang tak-mati”—pada akhirnya ditegaskan sebagai Indra—yang dikuatkan dan dibuat menang olehnya. Soma digambarkan secepat kuda, menopang kehidupan dan memiliki daya membedakan (dakṣa), serta sebagai harta yang dahulu dibawa dari jauh melampaui sana melalui motif Suparṇa/Śyena. Tujuan himne ini ialah menguduskan Soma sebagai kekuatan yang memperbesar vitalitas, kehendak (kratu), dan kemenangan ilahi.

Mantras

Mantra 1

अयं हि ते अमर्त्य इन्दुरत्यो न पत्यते । दक्षो विश्वायुर्वेधसे ॥

Inilah sungguh bagi-Mu, wahai Yang Abadi: tetes Soma (Indu), laksana kuda tangkas, melaju ke depan. Ia adalah daya yang membedakan, penopang segala hayat, bagi Sang Rsi-Pekerja (Vedhas).

Mantra 2

अयमस्मासु काव्य ऋभुर्वज्रो दास्वते । अयं बिभर्त्यूर्ध्वकृशनं मदमृभुर्न कृत्व्यं मदम् ॥

Daya R̥bhu yang terilham ini ada di dalam diri kami sebagai wajra (petir) bagi sang pemberi. Ia mengangkat tinggi ekstasi yang menegang ke atas—kegembiraan R̥bhu, bukan kegembiraan yang dibuat-buat atau dipaksakan.

Mantra 3

घृषुः श्येनाय कृत्वन आसु स्वासु वंसगः । अव दीधेदहीशुवः ॥

Yang menyala-nyala itu, menjadi seekor elang untuk tindakan, di dalam arusnya sendiri yang cepat, menghalau ke bawah para pemanah-ular; ia membuat mereka jatuh tersingkir.

Mantra 4

यं सुपर्णः परावतः श्येनस्य पुत्र आभरत् । शतचक्रं योऽह्यो वर्तनिः ॥

Yang dibawa oleh yang bersayap indah dari kejauhan sana—putra sang elang—itulah daya seratus-roda, jalan yang melampaui daya-ular.

Mantra 5

यं ते श्येनश्चारुमवृकं पदाभरदरुणं मानमन्धसः । एना वयो वि तार्यायुर्जीवस एना जागार बन्धुता ॥

Yang dibawa elang kepadamu dengan langkahnya—indah, tak bersifat serigala—ukuran kemerahan dari andhas (sari perasan yang menggembirakan); dengan ini daya-daya hidup dilampaui, dengan ini rentang hidup diluaskan bagi yang hidup; dengan ini pula kekerabatan terjaga.

Mantra 6

एवा तदिन्द्र इन्दुना देवेषु चिद्धारयाते महि त्यजः । क्रत्वा वयो वि तार्यायुः सुक्रतो क्रत्वायमस्मदा सुतः ॥

Demikianlah Indra, oleh setetes Soma (indu), menegakkan daya besar yang menang itu bahkan di antara para dewa; oleh kehendak (kratu) ia membawa daya-daya hidup melampaui dan meluaskan umur—wahai yang sempurna dalam kehendak—oleh kehendak pula Soma yang diperas ini datang kepada kami.

Frequently Asked Questions

The hymn centers on Soma (Indu) as the divine offering-power, and it culminates by naming Indra as the one who is strengthened and made victorious by Soma.

It refers to a Vedic mythic motif where a bird-like power (Suparṇa/Śyena) fetches Soma from a distant realm, highlighting Soma’s heavenly origin and extraordinary potency.

Soma is not just a drink—it is a sacred force that brings clarity and vitality, strengthens Indra’s power, and helps expand the worshipper’s life-energy through focused will (kratu).

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App