
Sukta 10.132
Ashvins (with Heaven and Earth as supporting cosmic powers)
Himne singkat ini memuji kedua Aśvin sebagai penolong yang cepat dan penuh kebaikan, yang menguatkan pelaku yajña yang sejati, dengan Langit dan Bumi digambarkan sebagai daya kosmis penopang yang menambah kemakmuran pemuja. Himne ini juga memuat nada etis-kerajaan yang mencolok, menyeru Varuṇa sebagai raja semesta yang mengekang dosa dan mengakhiri perbuatan salah. Pada penutupnya muncul kesaksian pribadi tentang menyeberangi kesusahan, memohon agar pertolongan Aśvin yang bergerak maju membawa para penyanyi melampaui derita
Mantra 1
ईजानमिद्द्यौर्गूर्तावसुरीजानं भूमिरभि प्रभूषणि । ईजानं देवावश्विनावभि सुम्नैरवर्धताम् ॥
Dia yang sungguh pelaku yajña—dia, Langit yang kaya akan harta yang tertata rapi, dan Bumi dalam perhiasan yang maju, menambahkannya. Semoga para dewa Aśvin pun memeliharanya dengan anugerah-pertolongan mereka yang membahagiakan.
Mantra 2
ता वां मित्रावरुणा धारयत्क्षिती सुषुम्नेषितत्वता यजामसि । युवोः क्राणाय सख्यैरभि ष्याम रक्षसः ॥
Kalian berdua, Mitra dan Varuṇa, yang menopang dunia-dunia, kami memuja oleh dorongan rahmat bahagia kalian. Dengan persahabatan dan daya penguat kalian, semoga kami menang atas rakṣas—kekuatan penyimpangan dan kegelapan.
Mantra 3
अधा चिन्नु यद्दिधिषामहे वामभि प्रियं रेक्णः पत्यमानाः । दद्वाँ वा यत्पुष्यति रेक्णः सम्वारन्नकिरस्य मघानि ॥
Dan bahkan ketika kami mengarahkan diri kami kepada kalian, mencari kekayaan yang tercinta dan menjadi tuannya—sang pemberi yang menumbuhkan harta sejati: tiada seorang pun dapat menghalangi anugerah kelimpahannya.
Mantra 4
असावन्यो असुर सूयत द्यौस्त्वं विश्वेषां वरुणासि राजा । मूर्धा रथस्य चाकन्नैतावतैनसान्तकध्रुक् ॥
Wahai Asura, kekuatan langit yang lain itu melahirkan; tetapi Engkau, Varuṇa, adalah raja atas semuanya. Engkaulah kepala kereta (alam-alam); sejauh itulah Engkau bukan pemutus hidup oleh dosa—melainkan Engkau berdiri sebagai pengakhir kezaliman.
Mantra 5
अस्मिन्त्स्वेतच्छकपूत एनो हिते मित्रे निगतान्हन्ति वीरान् । अवोर्वा यद्धात्तनूष्ववः प्रियासु यज्ञियास्वर्वा ॥
Dalam hal inilah, wahai yang disucikan, ada cela: ketika Mitra disisihkan, ia menumbangkan daya-daya sang pahlawan di dalam. Atau—semoga ia menempatkan perlindungan-perlindungannya pada tubuh kami, pada gerak-gerak yajña yang tercinta dan patut dipuja, dengan cepat.
Mantra 6
युवोर्हि मातादितिर्विचेतसा द्यौर्न भूमिः पयसा पुपूतनि । अव प्रिया दिदिष्टन सूरो निनिक्त रश्मिभिः ॥
Sebab ibu kalian adalah Aditi, luas dalam kesadaran; seperti Langit dan Bumi ia memurnikan dengan aliran kemanisannya. Turunkan anugerah-anugerah yang tercinta; laksana Surya, sucikan kami dengan sinar-sinar kalian.
Mantra 7
युवं ह्यप्नराजावसीदतं तिष्ठद्रथं न धूर्षदं वनर्षदम् । ता नः कणूकयन्तीर्नृमेधस्तत्रे अंहसः सुमेधस्तत्रे अंहसः ॥
Wahai kalian berdua, sungguh raja-raja pencapaian; kalian duduk teguh laksana kereta yang berdiri mantap, sukar diserang, melintasi rimba keberadaan. Semoga pertolongan kalian yang maju ke depan menyeberangkan kami: Nṛmedha telah menyeberangi duka-derita; Sumeḍha telah menyeberangi duka-derita.
It says the true sacrificer is strengthened by Heaven and Earth and helped by the Ashvins, and it prays for protection and a safe crossing beyond distress (aṃhas).
The hymn briefly highlights cosmic and moral order: Varuṇa represents sovereign ṛta and the ending of wrongdoing, complementing the Ashvins’ practical rescue and aid.
It fits best at dawn or in morning offerings, especially when seeking quick help—healing, protection, success in travel or work, and relief from inner or outer troubles.
Read Rig Veda in the Vedapath app
Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.