Rig Veda Sukta 118
Mandala 10Sukta 1189 Mantras

Sukta 118

Sukta 10.118

Devata

Agni

Chandas

Gāyatrī (probable; compact 3-pāda structure typical of gāyatrī-style address)

Himne Agni yang singkat ini menggambarkan api kurban yang menjulang ketika dinyalakan dengan benar, bersukacita dalam ghee, dan menjaga persembahan dengan menumbangkan “pemangsa” yang memusuhi (atriṇa). Himne ini memuji Agni sebagai gṛhapati yang abadi (tuan kediaman), yang dipanggil di tengah manusia untuk melindungi, menyucikan, dan menegakkan ritus dalam tatanan yang semestinya.

Mantras

Mantra 1

अग्ने हंसि न्यत्रिणं दीद्यन्मर्त्येष्वा । स्वे क्षये शुचिव्रत ॥

Wahai Agni, yang menyala di antara para fana, engkau menumbangkan si pemangsa yang hendak merampas persembahan; di kediamanmu sendiri engkau tegak, suci dalam vratamu.

Mantra 2

उत्तिष्ठसि स्वाहुतो घृतानि प्रति मोदसे । यत्त्वा स्रुचः समस्थिरन् ॥

Engkau bangkit, dipanggil dengan baik (svāhuta), dan bersukacita dalam aliran ghee (ghṛta); sebab sendok-sendok persembahan (sruc) telah menegakkanmu kokoh pada tempatmu—tegak dalam keseimbangan yang benar dari persembahan.

Mantra 3

स आहुतो वि रोचतेऽग्निरीळेन्यो गिरा । स्रुचा प्रतीकमज्यते ॥

Ketika ia diseru, Agni memancar luas—yang patut dipuja—oleh suara mantra; dengan sendok persembahan bagian depannya diurapi, wajah nyatanya disiapkan bagi karya.

Mantra 4

घृतेनाग्निः समज्यते मधुप्रतीक आहुतः । रोचमानो विभावसुः ॥

Dengan ghee (mentega suci) Agni diurapi sepenuhnya; dipanggil, wajahnya bermadu-manis. Bersinar, Vibhāvasu, yang menerangi segalanya, menebarkan kekayaan cahayanya.

Mantra 5

जरमाणः समिध्यसे देवेभ्यो हव्यवाहन । तं त्वा हवन्त मर्त्याः ॥

Menyala kian tua, engkau dinyalakan bagi para dewa, wahai pembawa persembahan (havyavāhana). Engkau itulah yang diseru para fana; sebab di dalammu pendakian mereka menemukan jalan.

Mantra 6

तं मर्ता अमर्त्यं घृतेनाग्निं सपर्यत । अदाभ्यं गृहपतिम् ॥

Itulah Agni yang abadi—yang dilayani para fana dengan ghee: tak terkalahkan, tuan kediaman (gṛhapati), penguasa rumah jiwa.

Mantra 7

अदाभ्येन शोचिषाग्ने रक्षस्त्वं दह । गोपा ऋतस्य दीदिहि ॥

Dengan nyala-Mu yang tak terkalahkan, wahai Agni, bakarlah kegelapan pemangsa itu. Bersinarlah sebagai gopa ṛta—penjaga Kebenaran; berjagalah atas tatanan yang benar di dalam diri kami.

Mantra 8

स त्वमग्ने प्रतीकेन प्रत्योष यातुधान्यः । उरुक्षयेषु दीद्यत् ॥

Engkau, wahai Agni, dengan wajah-Mu yang tampak, halau dan bakar para pemangsa sihir (yātudhāna); menyala di kediaman-kediaman yang luas, menegakkan keluasan dan keselamatan bagi perjalanan.

Mantra 9

तं त्वा गीर्भिरुरुक्षया हव्यवाहं समीधिरे । यजिष्ठं मानुषे जने ॥

Engkau—pembawa persembahan (havyavāha), daya yang berdiam luas—mereka nyalakan dengan kidung-kidung; yang paling mahir dalam yajña di tengah insan.

Frequently Asked Questions

It praises Agni as the sacred fire who becomes strong when properly invoked, enjoys ghee offerings, and protects the sacrifice by driving away harmful forces.

Atriṇa is a harmful ‘devourer’—a figure for anything that steals, spoils, or obstructs the offering (ritual error, hostility, or negative influence).

Gṛhapati means “lord of the house.” Agni is the household fire who guards the home and the rite, making the dwelling a stable place for sacred order and purity.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App