Rig Veda Sukta 115
Mandala 10Sukta 1159 Mantras

Sukta 115

Sukta 10.115

Rishi

Kaṇva (Kāṇva tradition indicated by 10.115.5; hymn as a whole is Kāṇva-associated)

Devata

Agni (as child, messenger, establishing power)

Chandas

Triṣṭubh (typical for Agni hymns in this register; verify by scan)

Himne untuk Agni ini memuji dewa api sebagai “anak muda” yang menakjubkan, yang pertumbuhannya melampaui kedua Ibunya dan yang sekaligus memikul peran agung sebagai utusan antara manusia dan para dewa. Himne ini menonjolkan kuasa Agni untuk menegakkan dan melindungi tatanan ritus, mengangkut persembahan, serta menjaga para penyanyi dan pemimpin pelihat—terutama garis Kaṇva—hingga mencapai puncak liturgis dengan seruan vaṣaṭ dan pengulangan namas.

Mantras

Mantra 1

चित्र इच्छिशोस्तरुणस्य वक्षथो न यो मातरावप्येति धातवे । अनूधा यदि जीजनदधा च नु ववक्ष सद्यो महि दूत्यं चरन् ॥

Ajaib sungguh pertumbuhan anak muda itu; ia melampaui bahkan Dua Ibu untuk menegakkan landasannya. Ketika ia dinyalakan di sepanjang jalan-jalan, seketika ia memikul utusan agung, bergerak sebagai sang pembawa pesan.

Mantra 2

अग्निर्ह नाम धायि दन्नपस्तमः सं यो वना युवते भस्मना दता । अभिप्रमुरा जुह्वा स्वध्वर इनो न प्रोथमानो यवसे वृषा ॥

Agni sungguh ditegakkan menurut Nama; Sang Pemberi, yang paling perkasa dalam karya; ia yang menyatukan rimba-rimba, melahapnya hingga menjadi abu. Dengan sendok persembahan ia mendesak maju dalam upacara yang baik; laksana daya penguasa yang membentang luas—seekor banteng bagi pemeliharaan.

Mantra 3

तं वो विं न द्रुषदं देवमन्धस इन्दुं प्रोथन्तं प्रवपन्तमर्णवम् । आसा वह्निं न शोचिषा विरप्शिनं महिव्रतं न सरजन्तमध्वनः ॥

Dia kami cari bagimu: dewa yang duduk teguh; Indu—sari Soma—yang mengembang dan bergelora laksana samudra. Seperti pembawa dengan nyala, berdaya jangkau jauh; seperti pemegang ikrar agung yang menekan di jalan—ia melaju ke depan.

Mantra 4

वि यस्य ते ज्रयसानस्याजर धक्षोर्न वाताः परि सन्त्यच्युताः । आ रण्वासो युयुधयो न सत्वनं त्रितं नशन्त प्र शिषन्त इष्टये ॥

Di sekeliling nyalamu yang tak menua, ketika didorong untuk melaju, angin-angin seakan beredar—tak tergoyahkan. Daya-daya yang riang, laksana para kesatria, mencapai benteng yang kuat; mereka mendesak maju, mereka melatih diri demi tergenapinya persembahan yang diidamkan.

Mantra 5

स इदग्निः कण्वतमः कण्वसखार्यः परस्यान्तरस्य तरुषः । अग्निः पातु गृणतो अग्निः सूरीनग्निर्ददातु तेषामवो नः ॥

Inilah Agni—yang paling unggul di antara para Kaṇva, sahabat para Kaṇva, yang mulia; penakluk yang di seberang dan yang di dalam. Semoga Agni melindungi penyanyi pujian; semoga Agni (melindungi) para pemimpin-ṛṣi; semoga Agni menganugerahkan kepada kami perlindungan mereka.

Mantra 6

वाजिन्तमाय सह्यसे सुपित्र्य तृषु च्यवानो अनु जातवेदसे । अनुद्रे चिद्यो धृषता वरं सते महिन्तमाय धन्वनेदविष्यते ॥

Kepada yang paling berdaya, Kuasa yang menaklukkan—wahai Agni, yang berleluhur baik dan bercahaya—bergerak menembus dahaga-dahaga (panas batin), ia mengikuti Jātavedas. Bahkan dalam keadaan tanpa air pun, dia yang berani dan memilih anugerah tertinggi, kepada Yang Mahaluas itu, di medan upaya jiwa, ia datang.

Mantra 7

एवाग्निर्मर्तैः सह सूरिभिर्वसुः ष्टवे सहसः सूनरो नृभिः । मित्रासो न ये सुधिता ऋतायवो द्यावो न द्युम्नैरभि सन्ति मानुषान् ॥

Demikianlah semoga Agni, Sang Vasu yang cemerlang, diteguhkan oleh para fana bersama para pemimpin yang tercerahkan; laksana putra perkasa dari kekuatan di antara manusia. Seperti para Mitra—teguh dalam pengertian yang benar, para pengembara Ṛta—seperti langit dengan kemilau-kemilaunya, mereka berdiri menaungi dan mengitari manusia, menekan.

Mantra 8

ऊर्जो नपात्सहसावन्निति त्वोपस्तुतस्य वन्दते वृषा वाक् । त्वां स्तोषाम त्वया सुवीरा द्राघीय आयुः प्रतरं दधानाः ॥

Wahai putra dari Urj (daya kepenuhan), wahai yang perkasa—demikianlah Sabda yang menang menunduk kepadamu, ketika Engkau dipuji dengan tepat. Kami akan memuji-Mu; oleh-Mu semoga kami kaya akan daya-daya kepahlawanan, memanggul umur yang lebih panjang dan kemajuan yang melangkah lebih ke depan.

Mantra 9

इति त्वाग्ने वृष्टिहव्यस्य पुत्रा उपस्तुतास ऋषयोऽवोचन् । ताँश्च पाहि गृणतश्च सूरीन्वषड्वषळित्यूर्ध्वासो अनक्षन्नमो नम इत्यूर्ध्वासो अनक्षन् ॥

Demikianlah, wahai Agni, putra-putra Vṛṣṭihavya—para ṛṣi yang telah memuji dengan tepat—telah berkata kepadamu. Lindungilah mereka, dan lindungilah para pemimpin bercahaya (sūri) yang melagukan pujian; berseru “vaṣaṭ, vaṣaṭ”, mereka bangkit ke atas; berseru “sembah, sembah”, mereka bangkit ke atas lagi—mengangkat kesadaran ke puncak-puncak.

Frequently Asked Questions

Because the fire is freshly born when kindled, yet it quickly becomes powerful and effective. The hymn uses this image to show how Agni grows fast and immediately takes up his divine work.

They are commonly understood as the two sources of fire (often heaven and earth, or the two fire-sticks used in kindling). The verse says Agni surpasses his origins and becomes firmly established in his role.

“Vaṣaṭ” is a sacrificial exclamation used to send the offering forth through Agni. “Namo nama” means repeated obeisance, marking reverence and a concluding uplift in the ritual.

Read Rig Veda in the Vedapath app

Scan the QR code to open this directly in the app, with audio, word-by-word meanings, and more.

Continue reading in the Vedapath app

Open in App