सो<पश्यदासीनमुपेत्य पुत्र ध्यायन्तमेक॑ विपरीतचित्तम् । विनि:श्वसन्तं मुहुरूर्ध्वदृष्टिं विभाण्डक: पुत्रमुवाच दीनम्,निकट आनेपर उन्होंने अपने पुत्रको अकेला उदासीन भावसे चिन्तामग्न होकर बैठा देखा। उसके चित्तकी दशा विपरीत थी। वह बार-बार ऊपरकी ओर दृष्टि किये उच्छवास ले रहा था। इस दयनीय दशामें पुत्रको देखकर विभाण्डक मुनिने पूछा--“तात! आज तुम अग्निकुण्डमें समिधाएँ क्यों नहीं रख रहे हो! क्या तुमने अग्निहोत्र कर लिया? खुक्ु और खुवा आदि यज्ञपात्रोंको भलीभाँति शुद्ध करके रखा है न? कहीं ऐसा तो नहीं हुआ कि तुमने हवनके लिये दूध देनेवाली गायका बछड़ा खोल दिया हो जिससे वह सारा दूध पी गया हो। बेटा! आज तुम पहले-जैसे दिखायी नहीं देते। किसी भारी चिन्तामें निमग्न हो, अपनी सुध-बुध खो बैठे हो। क्या कारण है जो आज तुम अत्यन्त दीन हो रहे हो। मैं तुमसे पूछता हूँ, बताओ, आज यहाँ कौन आया था?”
so 'paśyad āsīnam upetya putraṁ dhyāyantam ekaṁ viparītacittam | viniḥśvasantaṁ muhur ūrdhvadṛṣṭiṁ vibhāṇḍakaḥ putram uvāca dīnam ||
Ketika mendekat, ia melihat putranya duduk seorang diri—seakan tak acuh, tenggelam dalam pikiran, dengan batin yang menyimpang dari ketenangan biasanya. Anak itu berulang kali menghela napas, dan berkali-kali menengadah ke atas. Melihat keadaan putranya yang menyedihkan, resi Vibhāṇḍaka berkata: “Anakku, mengapa hari ini engkau tidak menaruh kayu-kayu samidhā ke dalam api suci? Sudahkah engkau melaksanakan Agnihotra? Apakah bejana-bejana upacara—seperti khukku dan khuvā—telah kau bersihkan dan kau siapkan dengan baik? Atau jangan-jangan engkau melepaskan anak sapi dari sapi perah untuk persembahan, sehingga anak sapi itu meminum habis susu yang diperuntukkan bagi homa? Engkau tidak tampak seperti biasanya. Seolah-olah engkau ditindih kekhawatiran berat, sampai kehilangan ketenangan diri. Katakan—mengapa hari ini engkau begitu murung? Aku bertanya: siapa yang datang ke sini hari ini?”
लोगश उवाच
The verse highlights vigilance in dharma through daily duties: when inner disturbance appears, it often shows first as neglect of disciplined practice (here, Agnihotra and ritual cleanliness). The father’s questioning models ethical care—checking concrete responsibilities while also probing the deeper cause of mental agitation.
Vibhāṇḍaka approaches and finds his son sitting alone, distressed and repeatedly sighing. Noticing the unusual behavior and the apparent lapse in daily fire-ritual routine, he asks whether the Agnihotra and preparations were done properly and then presses the key question: who visited that day, implying an external encounter has unsettled the boy.