Vyavahāra-Śuddhi and Rājadharma: Clean Administration, Counsel, and Proportional Punishment
Chapter 86
बलवानोंके बलात्कार (अत्याचार) से पीड़ित हो अत्यन्त दीनभावसे पुकार मचाते हुए अनाथ मनुष्योंको आश्रय देनेवाला उनका संरक्षक या स्वामी राजा ही होता है ।।
bhīṣma uvāca | tataḥ sākṣibalaṃ sādhu dvedhāvādakṛtaṃ bhavet | asākṣikam anāthaṃ vā parīkṣyaṃ tad viśeṣataḥ ||
Bhishma berkata: “Apabila suatu sengketa diajukan dan kedua pihak mengemukakan keterangan yang saling bertentangan, maka kekuatan kesaksian dipandang sebagai jalan terbaik untuk menetapkan kebenaran; karena itu hendaknya dicari dan diperiksa para saksi yang benar-benar melihat peristiwa itu. Namun bila tidak ada saksi, atau pengadu itu lemah tak berpelindung dan tanpa pembela, maka raja sendiri harus melakukan penyelidikan khusus dengan sangat cermat. Dengan demikian sang penguasa menjadi tempat berlindung bagi yang tak terlindungi, terutama mereka yang tertindas oleh kekerasan orang-orang kuat.”
भीष्म उवाच
A king must uphold justice by relying on credible witness-testimony when parties give conflicting accounts; and when witnesses or protectors are absent—especially for the helpless—the king must personally investigate with special care, acting as the refuge of the oppressed.
In the Shanti Parva’s instruction on kingship, Bhishma advises Yudhishthira on judicial conduct: how to decide cases with contradictory claims, the priority of eyewitness testimony, and the ruler’s heightened responsibility when the complainant is unprotected.