शेषान्नभोक्ता वचनानुकूलो हितार्जवोत्कृष्टकृताकृतज्ञ: | अवैरकृद् भूतहिते नियुक्तो गड़ाह्दाम्भोडभिजनोपपन्न:
śeṣānna-bhoktā vacanānukūlo hitārjavotkṛṣṭa-kṛtākṛta-jñaḥ | avaira-kṛd bhūta-hite niyukto gaṅgā-dāmbho(d)bhijano-upapannaḥ ||
Sang brāhmaṇa berkata: “Ia hidup dari sisa makanan persembahan yajña, menuturkan kata-kata yang menyenangkan, dan berpegang pada yang bermanfaat serta lurus. Ia mengetahui dengan jelas apa yang patut dilakukan dan apa yang tidak patut dilakukan. Ia tidak memelihara permusuhan terhadap siapa pun, tekun demi kesejahteraan semua makhluk, dan terlahir dalam garis keturunan yang suci dan tak bernoda laksana air Gaṅgā.”
ब्राह्मण उवाच
The verse outlines an ethical ideal: a person who lives simply (even on sacrificial remnants), speaks harmoniously, is honest and beneficial, discerns duty from non-duty, harbors no enmity, and dedicates himself to the welfare of all beings—embodying purity and nobility of conduct.
A brāhmaṇa speaker is describing the qualities of a virtuous person (an exemplar of dharmic character), emphasizing conduct, speech, discernment, and universal benevolence, and reinforcing these virtues by associating the person’s origin with the purity symbolized by the Gaṅgā.