Adhyāya 353 — Kathā-prāmāṇya (Authority of Transmission) and the Brāhmaṇa’s Ascetic Resolve
एको हुताशो बहुधा समिध्यते एक: सूर्यस्तपसो योनिरेका । एको वायुर्बहुधा वाति लोके महोदधिश्चाम्भसां योनिरेक: । पुरुषश्वैको निर्गुणो विश्वरूप- स््तं निर्गुणं पुरुषं चाविशन्ति
eko hutāśo bahudhā samidhyate, ekaḥ sūryas tapaso yonir ekā | eko vāyur bahudhā vāti loke, mahodadhiś cāmbhasāṁ yonir ekaḥ | puruṣaś caiko nirguṇo viśvarūpas, taṁ nirguṇaṁ puruṣaṁ cāviśanti |
Api itu satu, namun ketika dinyalakan oleh bahan bakar yang berbeda-beda, ia menyala dengan banyak cara. Matahari itu satu; darinyalah panas dan cahaya bagi dunia. Tapa tampak dalam beragam bentuk, namun sumbernya satu. Angin itu satu, namun bergerak di dunia dalam arus yang bermacam-macam; dan samudra pun satu—rahim serta tempat bernaungnya segala air. Demikian pula Pribadi tanpa sifat (nirguṇa) itu satu; meski tampil sebagai semesta dalam tak terbilang rupa, pada akhirnya semua makhluk masuk kembali ke dalam Pribadi nirguṇa yang sama itu.
पितामह उवाच
Multiplicity in the world is an expression of a single underlying reality: just as one fire, sun, wind, and ocean appear in many modes, so the one attributeless Purusha appears as the universe; ultimately, beings resolve back into that one source.
In the Śānti Parva’s instruction on peace and liberation, Bhīṣma addresses Yudhiṣṭhira and explains metaphysical unity through natural analogies, emphasizing the one Nirguṇa Purusha as the origin and final resting-place of all.