Nāga-āyatana-darśana-pratīkṣā — The Brāhmaṇa’s Request and Waiting on the Gomatī
यैर्लक्षणैरुपेत: स हरिरव्यक्तरूपधृक् | तैर्लक्षणैरुपेतौ हि व्यक्तरूपधरौ युवाम्
nārada uvāca | yair lakṣaṇair upetaḥ sa harir avyaktarūpadhṛk | tair lakṣaṇair upetau hi vyaktarūpadharau yuvām |
Nārada berkata: “Tuhan Hari yang berwujud tak termanifest (avyakta) memiliki tanda-tanda pembeda tertentu. Kalian berdua, meski berwujud termanifest (vyakta), sungguh dihiasi oleh tanda-tanda yang sama itu. Bahkan kini, ketika aku memandang kalian berdua—dua Pribadi yang kekal—aku seakan menyaksikan kembali penglihatan akan Sang Bhagavān yang bersemayam di Śvetadvīpa; sebab tanda-tanda yang kulihat pada Śrī Hari dalam wujud avyakta di sana, tampak pula pada kalian berdua dalam wujud vyakta.”
नारद उवाच
The verse emphasizes recognition of the one divine reality across different modes of appearance: the same sacred ‘marks’ that signify Hari in an unmanifest state are present in manifest embodiments as well, teaching continuity of divine identity beyond form.
Nārada addresses two manifest ‘eternal persons’ and says that seeing them recalls his earlier vision of Hari in Śvetadvīpa; he identifies them by the same distinguishing signs he observed in the Lord’s unmanifest form.