अव्यक्त-प्रबोधः (Awakening to the Unmanifest): The 25th and 26th Principles and Eligibility for Brahma-vidyā
जनकने पूछा-<द्विजश्रेष्ठ] इस लोकमें कौन-कौन-से ऐसे धर्मानुकूल कर्म हैं, जिनका अनुष्ठान करते समय कभी किसी भी प्राणीकी हिंसा नहीं होती? ।।
parāśara uvāca śṛṇu me 'tra mahārāja yan māṃ tvaṃ paripṛcchasi | yāni karmāṇy ahiṃsrāṇi naraṃ trāyanti sarvadā ||
Janaka bertanya: “Wahai brahmana termulia, perbuatan-perbuatan apakah di dunia ini yang selaras dengan dharma, yang ketika dijalankan tidak pernah melukai makhluk hidup mana pun?” Parāśara menjawab: “Dengarkanlah, wahai Raja Agung, apa yang engkau tanyakan kepadaku. Aku akan menyebutkan perbuatan-perbuatan tanpa kekerasan; tindakan yang pelaksanaannya tidak mencederai makhluk hidup mana pun dan yang senantiasa melindungi manusia.”
पराशर उवाच
The verse frames a dharma-teaching centered on ahiṃsā: Parāśara will enumerate actions that can be practiced without harming any living being and that consistently safeguard a person’s moral and spiritual welfare.
A king (contextually identified in the prompt as Janaka) has asked which dharma-aligned practices involve no violence. Parāśara begins his reply, signaling that he will list such non-injurious deeds.