श्रेयो-धर्मकर्मविचारः
Inquiry into Śreyas, Dharma, and Karma
शुक्ल: शुक्लाभिजातीय: साध्यो नावर्ततेडनघ । तिर्यग्गतेश्व निर्मुक्तो निरयाच्च पितामह
yudhiṣṭhira uvāca |
śuklaḥ śuklābhijātīyaḥ sādhyo nāvartate 'nagha |
tiryaggateṣv anirmukto nirayāc ca pitāmaha ||
Yudhiṣṭhira berkata: “Wahai Kakek yang tanpa dosa, ia adalah ‘Śukla’—lahir dari garis keturunan yang murni dan berhati murni oleh kodratnya. Tampaknya ia sesungguhnya seorang dewa Sādhya; sebab itu ia tidak kembali lagi ke keberadaan duniawi. Ia telah terbebas dari kelahiran sebagai binatang dan burung, dan juga dari neraka, wahai Kakek.”
युधिछिर उवाच
Purity of conduct and accumulated merit can lead to freedom from lower rebirths (animal/bird births) and from hellish states; exceptionally, one may be understood as having a divine status (Sādhya), implying non-return to saṃsāra.
Yudhiṣṭhira addresses Bhīṣma, reflecting on a person named Śukla: he was pure by birth and nature, and Yudhiṣṭhira infers that he was a Sādhya deity, hence he does not return to worldly existence and is freed from animal births and hell.