Adhyāya 240: Indriya–Manas–Buddhi–Ātman — The Inner Hierarchy and Restraint (इन्द्रिय-मनस्-बुद्धि-आत्म-क्रमः)
कुर्यात् परिचयं योगे त्रैकाल्ये नियतो मुनि: । गिरिश्ज्ञे तथा चैत्ये वृक्षाग्रेषु च योजयेत्
kur yāt paricayaṃ yoge traikālye niyato muniḥ | giriśṛṅge tathā caitye vṛkṣāgreṣu ca yojayet | sattvasaṃsevanād dhīro nidrām ucchettum arhati |
Vyāsa berkata: Seorang resi yang berdisiplin hendaknya membangun keakraban yang mantap dengan yoga pada tiga pertemuan waktu (pagi, tengah hari, dan senja). Ia patut berlatih di puncak gunung, di tempat suci dan kuil, serta di puncak pepohonan—tempat-tempat yang menumbuhkan kesunyian dan kewaspadaan. Dengan bersandar pada sattva (kejernihan), seorang yang teguh menjadi layak memutus kantuk dan kelambanan, serta menyingkirkan rintangan dalam penguasaan diri.
व्यास उवाच
Regular, time-disciplined yoga practice—especially at the three daily junctions—combined with cultivating sattva (clarity and purity) enables a practitioner to overcome drowsiness and other inner obstacles, strengthening self-mastery.
In Śānti Parva’s instruction on peace and inner governance, Vyāsa gives practical guidance for a sage’s yogic regimen: when to practice (three times daily), where to practice (secluded, elevating places), and what inner quality supports success (sattva), culminating in the ability to cut off sleepiness.