अध्याय २२० — बलिवासवसंवादः
Bali–Vāsava Dialogue on Kāla and Steadfastness
सर्वभूतहिते युक्तो न सम यो द्विषते जनम् | महाह्द इवाक्षो भ्य: प्रज्ञातृप्त: प्रसीदति
sarvabhūtahite yukto na sa yo dviṣate janam | mahāhrada ivākṣobhyaḥ prajñātṛptaḥ prasīdati |
Bhishma berkata: Ia yang mengabdi pada kesejahteraan semua makhluk dan tidak membenci seorang pun tak tergoyahkan—dalam dan tenang laksana waduk air yang luas. Seorang yang mengendalikan diri demikian, demi kebaikan makhluk hidup, memberi bahkan hal-hal yang sukar diperoleh; dengan membahagiakan orang lain, ia sendiri pun bersukacita. Batinnya tak pernah gelisah; ia senantiasa puas dan tenteram oleh kepuasan yang lahir dari kebijaksanaan.
भीष्म उवाच
The verse teaches that true ethical excellence lies in universal benevolence and the absence of hatred. A person devoted to the good of all beings becomes inwardly steady and unshaken, attaining lasting contentment and serenity through wisdom and self-restraint.
In the Shanti Parva, Bhishma instructs Yudhishthira on dharma after the war. Here he describes the qualities of a virtuous, self-controlled person: one who benefits others, harbors no malice, and remains calm and satisfied like a deep, undisturbed reservoir.