Śānti-parva 206: Guṇa-hetu Moha, Kāma-krodha Chain, Indriya-utpatti, and Nirodha
इसलिये ज्ञानके द्वारा बुद्धिको, बुद्धिके द्वारा मनको तथा मनके द्वारा इन्द्रिय- समुदायको निर्मल एवं शुद्ध करके अविनाशी परमात्माको प्राप्त किया जा सकता है ।।
buddhipravīṇo manasā samṛddho nirāśiṣaṁ nirguṇam abhyupaiti | paraṁ tyajantīha viloḍyamānā hutāśanaṁ vāyur ivendhanastham ||
Karena itu, dengan pengetahuan sejati budi dimurnikan, dengan budi yang jernih batin diteguhkan, dan dengan batin yang terlatih seluruh indria disucikan; demikian seseorang layak mencapai Sang Diri Tertinggi yang tak-binasā. Ia yang mahir dalam pembedaan dan kaya oleh batin yang tertata mendekati Kenyataan tanpa sifat, tanpa hasrat. Seperti angin mengaduk dan meniup hingga api yang tersembunyi dalam kayu menyala, demikian pula disiplin batin, dengan meninggalkan keterikatan rendah di sini juga, menyingkapkan Yang Mahatinggi.
भीष्म उवाच
Liberation is presented as an inner purification sequence: knowledge clarifies the intellect, the clarified intellect steadies the mind, and the steady mind disciplines the senses. With desirelessness and detachment, one can approach the imperishable, attributeless Supreme Self.
In the Shanti Parva’s instruction section, Bhishma continues advising Yudhishthira on the path of peace and liberation after the war, using the analogy of wind kindling fire hidden in fuel to illustrate how disciplined practice reveals the Supreme already present within.