Tapas, Tīrtha, and Moral Rehabilitation (Śānti-parva 148)
ततो यष्टिं शलाकां च क्षारकं पञ्जरं तथा । तां च बद्धां कपोतीं स प्रमुच्य विससर्ज ह,उस समय उसने उस बन्दी की हुई कबूतरीको पिंजरेसे मुक्त करके अपनी लाठी, शलाका, जाल, पिंजड़ा सब कुछ छोड़ दिया
tato yaṣṭiṃ śalākāṃ ca kṣārakaṃ pañjaraṃ tathā | tāṃ ca baddhāṃ kapotīṃ sa pramucya visasarja ha ||
Kemudian ia melepaskan merpati betina yang terikat dari sangkar dan membiarkannya pergi; lalu ia menanggalkan semua alat penangkapannya—tongkat, batang, jala, dan sangkar—seraya membuangnya. Dengan itu ia berpaling dari kekerasan dan kepemilikan menuju welas asih serta pengendalian diri, menyelaraskan laku dengan dharma.
भीष्म उवाच
Dharma is expressed through compassion and self-restraint: one should not merely stop harming but also abandon the means and mindset of harm, choosing mercy toward the helpless.
A man frees a captive she-dove from a cage and discards the tools used to capture her—staff, rod, net, and cage—showing a decisive ethical shift from taking life to protecting it.