कपोत-लुब्धकसंवादः — Hunter’s Remorse and Renunciatory Resolve
भीष्म उवाच नैतच्छुत्वा55गमादेव तव धर्मानुशासनम् | प्रज्ञासमवहारो5यं कविभि: सम्भूतं मधु
bhīṣma uvāca | naitat śrutvāgamād eva tava dharmānuśāsanam | prajñā-samavahāro 'yaṃ kavibhiḥ sambhūtaṃ madhu ||
Bhishma berkata: “Anakku, ajaran dharma yang kusampaikan kepadamu bukan sekadar pengulangan dari apa yang kudengar dari kitab suci semata. Ini adalah himpunan kebijaksanaan—laksana madu yang dihimpun lebah dari sari banyak bunga—yang dirangkum para resi bijak dari berbagai sumber. Wawasan yang terkumpul ini berguna pada masa kesukaran; tidak semuanya dimaksudkan untuk diterapkan tanpa pertimbangan pada setiap saat. Karena itu, jangan biarkan pikiranmu jatuh ke dalam kebingungan atau keputusasaan.”
भीष्म उवाच
Bhishma emphasizes that dharma-teaching is not mere rote citation of scripture; it is a distilled compendium of practical wisdom gathered by sages from many sources, to be applied with discernment—especially in difficult situations—without falling into confusion or despair.
In the Shanti Parva’s instruction-setting, Bhishma continues advising the listener (contextually Yudhishthira) and clarifies the authority and purpose of his counsel: it is a carefully collected ‘honey’ of insights from learned tradition, meant for judicious use rather than rigid, universal application.