Duryodhana-patana-anuśocana
The Fall of Duryodhana and the Contest of Restraint
को न्वेष संयुगे प्राज्ञ: पुनर्दन्द्धे समाह्नयेत् । इस दुर्योधनकी सेना मारी गयी थी। यह परास्त हो गया था और अब राज्य पानेसे निराश हो वनमें चला जाना चाहता था; इसीलिये भागकर पोखरेमें छिपा था
ko nveṣa saṁyuge prājñaḥ punar dvan-dve samāhvayet |
Vāyu berkata, “Siapakah orang bijak yang di medan perang akan kembali menantang duel seorang musuh yang sudah dihancurkan? Pasukan Duryodhana telah dibantai; ia telah kalah, dan putus asa untuk merebut kerajaan, ia ingin menyingkir ke hutan. Karena itu ia melarikan diri dan bersembunyi di sebuah telaga. Siapa yang waras akan mengundang musuh yang patah dan tanpa harapan seperti itu untuk bertarung satu lawan satu di gelanggang perang?”
वायुदेव उवाच
The verse stresses prudence and ethical restraint in warfare: a wise person does not seek glory by challenging a foe who is already broken, defeated, and without hope—such a duel would be unnecessary and morally questionable.
Vāyu comments on Duryodhana’s condition after his army’s destruction: defeated and despairing of kingship, he flees and hides in a pond, intending to abandon the struggle; the speaker questions why anyone would now call him out for a formal duel.