Adhyāya 90: Babhruvāhana’s Reception and the Commencement of Yudhiṣṭhira’s Aśvamedha
ब्राह्मणास्तपसा युक्ता यथाशक्ति प्रदायिन: । “उस स्वर्गद्वारकी जो अर्गला (किल्ली) है
brāhmaṇās tapasā yuktā yathāśakti pradāyinaḥ |
Brahmana yang terlatih oleh tapa dan memberi sedekah menurut kesanggupan merekalah yang sungguh dapat memandang ‘gerbang surga’. Palangnya ditempa dari benih keserakahan, dan gerbang itu terselubung oleh keterikatan; sebab itu masuk ke dalamnya amat sukar. Hanya brahmana pertapa—yang menaklukkan amarah, menundukkan indria, dan memberi sesuai kemampuan—yang bahkan dapat melihat gerbang itu.
श्षशुर उवाच
Spiritual attainment is obstructed by greed and attachment; entry to higher states is difficult unless one conquers anger, restrains the senses, practices austerity, and gives charity according to one’s means.
A speaker identified as the father-in-law delivers a moral instruction, describing the ‘gate of heaven’ as hidden and locked by inner vices, and praising disciplined, charitable Brahmins as those capable of perceiving and approaching it.