प्रतिग्रहभेदः — The Distinction between Giving and Accepting
Vṛṣādarbhī–Saptarṣi Dialogue
चाण्डालश्वपचौ वर्ज्यौ निवापे समुपस्थिते | काषायवासा: कुछ्ठी वा पतितो ब्रह्म॒हापि वा
bhīṣma uvāca | cāṇḍālaśvapacau varjyau nivāpe samupasthite | kāṣāyavāsāḥ kuṣṭhī vā patito brahmahāpi vā |
Bhishma berkata: “Ketika saat mempersembahkan piṇḍa (bola-bola nasi untuk arwah) telah tiba, hendaknya orang menjauhkan dari tempat itu Caṇḍāla dan śvapaca (pemasak anjing). Demikian pula pada waktu śrāddha, menurut ketetapan para bijak, mereka seperti pertapa berjubah oker, penderita kusta, orang yang jatuh dari dharma, bahkan pembunuh brāhmaṇa, patut disingkirkan dari sekitar—agar upacara terlaksana tanpa halangan dan dalam kemurnian sesuai aturan.”
भीष्म उवाच
The verse states a dharmaśāstra-style rule for ancestral rites: when performing nivāpa/piṇḍa and śrāddha, certain persons considered ritually obstructive (by traditional norms) should be kept away so the rite proceeds with prescribed purity and focus.
In Anuśāsana Parva, Bhīṣma instructs Yudhiṣṭhira on dharma, including detailed conduct for śrāddha and offerings to ancestors. Here he specifies who should be excluded from the ritual space at the time of the offering.