Adhyāya 64: Dāna-prakāra—Suvarṇa, Pānīya-dāna, Ghṛta-dāna, and Upakaraṇa-dāna
Utility Gifts
(विद्वद्धय: सम्प्रदानेन तत्राप्यंशो5स्य पूजया । यज्वभ्यश्नाथ विद्वद्धयो दत्त्वा लोक॑ प्रदापयेत् ।।
bhīṣma uvāca | vidvadbhyaḥ sampradānena tatrāpy aṁśo 'sya pūjayā | yajvabhyaś cātha vidvadbhyo dattvā lokaṁ pradāpayet || pradadyāj jñānadātṝṇāṁ jñānadānāṁśabhāg bhavet | prajāvato bharet tathā brāhmaṇān bahukāriṇaḥ | prajāvāṁs tena bhavati yathā janayitā tathā ||
Dengan memberi kepada orang-orang berilmu—dan bahkan dengan menghormati mereka—pemberi dan pemuja memperoleh bagian dari pahala yajña. Dengan memberi kepada para pelaksana yajña dan para bijak, sedekah itu menjadi sebab tercapainya alam yang luhur. Berilah pula makanan dan harta kepada mereka yang menganugerahkan pengetahuan; dengan demikian sang pemberi turut mengambil bagian dari pahala yang timbul dari anugerah pengetahuan itu. Lagi, siapa yang menanggung nafkah para Brahmana yang banyak berjasa dan berkeluarga, oleh daya kebajikan itu akan diberkahi keturunan—laksana seorang leluhur sendiri.
भीष्म उवाच
Charity directed toward the learned, sacrificers, and especially teachers is not merely social support; it is a dharmic act that yields a share in their religious and educational merit, leading to higher spiritual attainment and even blessings such as progeny.
In the Anushasana Parva’s instruction on dharma, Bhishma continues advising Yudhishthira about the fruits of giving: honoring scholars, supporting yajña-performers, and sustaining knowledge-teachers and family-bearing benefactor-Brahmins, explaining the specific merits that accrue to the donor.