अन्नदान-प्रशंसा (Praise of the Gift of Food) | Annadāna-Praśaṃsā
आशीविषसमेभ्यश्ष तेभ्यो रक्षस्व भारत । तान् युक्तैरुपजिज्ञास्यस्तथा द्विजवरोत्तमान्
bhīṣma uvāca | āśīviṣa-samebhyaś ca tebhyo rakṣasva bhārata | tān yuktair upajijñāsyas tathā dvija-varottamān |
Bhishma berkata: “Wahai Bharata (Yudhishthira), lindungilah dirimu dari orang-orang semacam itu, yang laksana ular berbisa. Dengan utusan yang cakap, selidikilah dengan saksama dan kenalilah para resi brahmana terkemuka—mereka yang tidak menginginkan apa pun dari para dewa maupun manusia, yang senantiasa puas, dan yang hidup dari apa saja yang datang tanpa diminta. Setelah ditemukan, undanglah mereka dan hormatilah setiap hari dengan jamuan serta penyambutan yang sempurna; sebab bila para pertapa mulia itu disusahkan, mereka dapat menjadi mengerikan seperti ular pembawa racun. Karena itu, persembahkan kepada mereka tempat tinggal yang menyenangkan, lengkap dengan pelayan dan keperluan, yang menghadirkan segala kenyamanan yang patut, dan muliakanlah mereka setiap hari.”
भीष्म उवाच
A ruler must actively seek out truly content, desireless, and self-sustaining Brahmin sages and honor them consistently. Neglecting or distressing such persons is dangerous, because their anger—born of injury or disrespect—can be as deadly as a venomous snake. The ethical thrust is vigilant respect, protection of dharma through hospitality, and prudent governance.
In the Anushasana Parva, Bhishma instructs Yudhishthira on righteous conduct and royal duties. Here he warns Yudhishthira to identify eminent Brahmins through reliable agents and to invite and honor them regularly, emphasizing that if such ascetics are made unhappy they can become formidable, hence the king should safeguard himself by proper reverence and support.