दैव–पुरुषकार-प्रश्नः
Daiva–Puruṣakāra Inquiry: Fate and Human Effort
कृतं चाप्यकृतं किंचित् कृते कर्मणि सिद्ध्यति | सुकृतं दुष्कृतं कर्म न यथार्थ प्रपद्यते
kṛtaṃ cāpy akṛtaṃ kiñcit kṛte karmaṇi siddhyati | sukṛtaṃ duṣkṛtaṃ karma na yathārthaṃ prapadyate ||
Bhishma berkata: Ketika suatu upaya yang lebih kuat ditempuh, bahkan perbuatan yang telah dilakukan pun dapat, sampai batas tertentu, seakan menjadi seperti belum dilakukan; dan justru ikhtiar yang kuat itulah yang menjadi efektif serta berbuah. Karena itu, perbuatan—baik kebajikan maupun dosa—tidak selalu memberikan hasilnya secara lurus dan sepenuhnya sepadan.
भीष्म उवाच
Bhīṣma emphasizes the primacy of strong present effort (puruṣārtha): a powerful undertaking can neutralize or eclipse earlier actions, so the fruits of good or bad deeds may not manifest in a simple, one-to-one manner.
In the Anuśāsana Parva, Bhīṣma is instructing Yudhiṣṭhira on dharma and moral causality. Here he explains how outcomes depend not only on past karma but also on the intensity of current initiative, which can redirect what would otherwise be expected results.