एतादृश: केशवो5तश्व भूयो नारायण: परमश्चाव्ययश्व । मध्याद्यन्तस्य जगतस्तस्थुषश्न बुभूषतां प्रभवश्वाव्ययश्व
etādṛśaḥ keśavo ’taś ca bhūyo nārāyaṇaḥ paramaś cāvyayaś ca | madhyādyantasya jagatas tasthuṣaś ca bubhūṣatāṃ prabhavaś cāvyayaś ca ||
Demikianlah kebesaran Keśava—bahkan lebih agung lagi. Dialah Nārāyaṇa, Pribadi Tertinggi yang tak binasa. Dialah awal, tengah, dan akhir seluruh alam, yang bergerak maupun yang diam. Dan bagi makhluk yang menghendaki penjelmaan dan kelahiran di dunia, Dialah sumber kemunculan mereka; karena itu Ia disebut Sang Diri Tertinggi yang tak berubah dan tak musnah.
भीष्म उवाच
The verse identifies Krishna (Keshava) with the supreme, imperishable Narayana: the unchanging source and support of the cosmos, who is simultaneously its beginning, middle, and end, and the causal origin of embodied beings.
Bhishma, speaking in the Anushasana Parva, praises and theologically defines Krishna’s status, presenting him as the supreme Lord who underlies all existence and the process of beings taking birth in the world.