उत्तारणो दुष्कृतिहा पुण्यो दुःस्वप्रनाशन: । वीरहा रक्षण: सन्तो जीवन: पर्यवस्थित:
bhīṣma uvāca | uttāraṇo duṣkṛtihā puṇyo duḥsvapnanāśanaḥ | vīrahā rakṣaṇaḥ santaḥ jīvanaḥ paryavasthitaḥ ||
Bhīṣma berkata: Ia Sang Penyeberang yang mengantar makhluk melampaui samudra saṃsāra; pemusnah perbuatan jahat dan yang berhati jahat; Yang Suci yang menyucikan siapa pun yang mengingat-Nya; dan pelenyap mimpi buruk bagi mereka yang bermeditasi, mengingat, melantunkan, dan memuja-Nya. Ia memutus berbagai ‘lintasan’ para pencari perlindungan—mengakhiri putaran kelahiran dan kematian; Ia Pelindung dalam segala cara. Ia menampakkan diri sebagai para santo untuk menyebarkan pengetahuan, kerendahan hati, dan dharma; Ia adalah napas kehidupan semua makhluk; dan, meresapi seluruh jagat, Ia tegak bersemayam di mana-mana.
भीष्म उवाच
The verse teaches that the Supreme Lord is both the moral purifier and the existential liberator: He destroys evil, protects the surrendered, sustains life, and pervades all—so remembrance, worship, and devotion become practical means for ethical purification and freedom from saṃsāra.
In Anuśāsana Parva, Bhishma instructs Yudhiṣṭhira on dharma and praises the Supreme through a chain of divine epithets. This verse is part of that laudatory description, emphasizing the Lord’s saving, protecting, and all-pervading nature.