विहायसगतिर्ज्योति: सुरुचि तभुग् विभु: । रविर्विरोचन: सूर्य: सविता रविलोचन:
vihāyasagatir jyotiḥ suruciḥ hutabhuk vibhuḥ | ravir virocanaḥ sūryaḥ savitā ravilocanaḥ ||
Bhīṣma berkata: Ia yang lintasannya di angkasa; Ia cahaya yang menyala dari diri-Nya sendiri; Ia berkilau indah; Ia pemakan persembahan (sebagai Agni); Ia Mahameliputi. Ia adalah Surya yang menyerap sari-sari; Ia yang menyebarkan terang dengan beragam cara; Ia penyingkap kemegahan; Ia Savitṛ, penggerak dan pengada jagat; dan Ia yang bermata Surya.
भीष्म उवाच
The verse teaches devotion through recognizing the One divine reality in sustaining cosmic functions—light, movement, and nourishment—symbolized by the Sun and Fire. Ethically, it associates dharma with illumination: the divine ‘light’ that reveals truth and supports order in the world.
Bhīṣma is reciting a sequence of divine names/epithets (a stotra-like passage). This verse clusters solar and fiery titles—Sun, Savitṛ, and the consumer of offerings—presenting the deity as the cosmic illuminator and sustainer.