कल्मषापहर-कीर्तनम् / Kīrtana for the Removal of Impurity
देवि! ऐसा मनुष्य अपने ही किये हुए कर्मोके फलके अनुसार मनुष्योंमें तथा जाति- बन्धुओंमें नीच समझा जाता है और सब लोग उससे द्वेष रखते हैं ।।
devi! eṣa manuṣyaḥ svayaṃ kṛtakarmaphalānusāreṇa manuṣyeṣu tathā jāti-bandhuṣu nīcaḥ saṃjñāyate, sarve ca lokāḥ tasmin dveṣaṃ kurvanti. aparaḥ sarvabhūtāni dayāvān anupaśyati; maitradṛṣṭiḥ pitṛsamo nirvairo niyatendriyaḥ.
Mahesvara bersabda: “Wahai Dewi, orang yang bertindak demikian akan—oleh buah perbuatannya sendiri—dipandang hina di tengah manusia, bahkan di antara kaum kerabatnya; semua orang pun membencinya. Namun sebaliknya, ia yang memandang semua makhluk dengan welas asih—menganggap semua sebagai sahabat, menaruh kasih sayang laksana seorang ayah kepada semua, tidak memelihara permusuhan, serta mengekang indria—yang dengan menguasai tangan dan kaki tidak mengusik dan tidak membunuh makhluk mana pun; yang dipercaya oleh semua makhluk; yang tidak menyakiti makhluk dengan tali, tongkat, batu, ataupun senjata yang mematikan; yang tindakannya lembut dan tanpa cela, dan yang senantiasa teguh dalam belas kasih—orang seperti itu mencapai surga, mengenakan tubuh ilahi, dan berdiam dengan sukacita di kediaman-kediaman surgawi laksana para dewa.”
श्रीमहेश्वर उवाच
The passage contrasts two moral types: one whose harmful conduct makes him despised even by his own kin, and the compassionate, non-violent, self-restrained person who treats all beings as friends and earns trust; such virtue leads to heavenly attainment.
Śrī Maheśvara instructs Devī by describing the social and spiritual consequences of behavior: cruelty and hostility bring disgrace and hatred, while mercy, harmlessness, and restraint bring esteem and the reward of Svarga with a divine mode of existence.