धर्मनिन्दा–धर्मोपासनाफलम् तथा साध्वाचारलक्षणम्
Fruits of Disparaging vs. Observing Dharma; Marks of Good Conduct
स द्विजो वैश्यतामेति वैश्यो वा शूद्रतामियात् । स्वधर्मात् प्रच्युतो विप्रस्तत: शूद्रत्वमाप्तुते
sa dvijo vaiśyatām eti vaiśyo vā śūdratām iyāt | svadharmāt pracyuto vipras tataḥ śūdratvam āpnute ||
Mahadewa bersabda: Seorang dwija yang meninggalkan svadharmanya lalu menjalankan pekerjaan yang layak bagi seorang vaiśya, jatuh ke keadaan vaiśya. Demikian pula seorang vaiśya yang meniru laku dan mata pencaharian seorang śūdra, jatuh ke śūdra-hood. Begitu juga seorang brāhmaṇa yang menyimpang dari dharmanya sendiri dengan melakukan kerja seperti śūdra, mencapai keadaan śūdra. Ajarannya: disiplin batin dan tanggung jawab sosial semestinya selaras; bila karena loba, delusi, atau kelalaian seseorang meninggalkan svadharma, itu dipandang sebagai kemerosotan moral dan rohani yang berbuah hingga kelahiran berikutnya.
श्रीमहेश्वर उवाच
The verse teaches that abandoning one’s svadharma and adopting duties considered improper to one’s station is a form of ethical and spiritual fall, described here as leading to a lower social/spiritual status and even a corresponding rebirth.
Śrīmahēśvara (Mahādeva) is instructing about the consequences of deviating from prescribed duties (varṇa-based svadharma), using the examples of a dvija/brāhmaṇa taking up vaiśya or śūdra-type work and a vaiśya taking up śūdra-type work.