Rudra-Śiva: Names, Two Natures, and the Logic of Epithets (रुद्रनाम-बहुरूपत्व-प्रकरणम्)
अध्यात्मगतिचित्तो यस्तन्मनास्तत्परायण: । युक्तो योगं प्रति सदा प्रतिसंख्यानमेव च
adhyātma-gati-citto yas tan-manās tat-parāyaṇaḥ | yukto yogaṃ prati sadā prati-saṅkhyānam eva ca ||
Maheshvara bersabda: “Ia yang batinnya tertuju pada jalan adhyātma, yang pikirannya terpancang pada Itu, dan yang menjadikan Itu satu-satunya perlindungan, hendaknya senantiasa berdisiplin—terus-menerus tekun dalam latihan yoga dan dalam penyelidikan yang membedakan (viveka). Pencari pembebasan hendaknya berulang kali merenung, menimbang, dan bermeditasi mendalam atas pengetahuan rohani, teguh berdiam di dalamnya sambil terus menelaah kebenaran.”
श्रीमहेश्वर उवाच
A liberation-seeker should keep the mind oriented to the inner Self, take the Supreme/Self as the sole goal, and maintain steady discipline through continuous yoga-practice together with discriminative inquiry—supported by contemplation (cintana), reflection (manana), and deep meditation (nididhyāsana).
In Anuśāsana Parva’s instructional setting, Śrī Maheśvara is delivering a didactic teaching: he prescribes the inner regimen for a mumukṣu—how to stabilize the mind in adhyātma and pursue realization through sustained practice and analysis of truth.