Rudra-Śiva: Names, Two Natures, and the Logic of Epithets (रुद्रनाम-बहुरूपत्व-प्रकरणम्)
न कुट्यां नोदके सड़्ो न वाससि न चासने । न त्रिदण्डे न शयने नाग्नौ न शरणालये
na kuṭyāṃ nodake saṅgo na vāsasi na cāsane | na tridaṇḍe na śayane nāgnau na śaraṇālaye ||
Mahādewa bersabda: “Bagi seorang yang merindukan pembebasan, jangan ada keterikatan—pada gubuk, pada air, pada pakaian, atau pada alas duduk; juga bukan pada tongkat tiga, bukan pada ranjang, bukan pada api suci, bahkan bukan pada tempat perlindungan mana pun. Pencari mokṣa harus meninggalkan rasa memiliki dan ketergantungan pada penopang-penopang lahiriah, sekalipun yang terkait dengan hidup asketis.”
श्रीमहेश्वर उवाच
A seeker of liberation should not form attachment even to the minimal supports of ascetic life—dwelling, water, clothing, seat, staff, bed, fire, or shelter. True renunciation is inward: freedom from possessiveness and dependence, not merely changing external lifestyle.
Śrī Maheśvara is instructing about the conduct of a mokṣa-seeker within the Anuśāsana Parva’s ethical and spiritual teachings, emphasizing detachment as a prerequisite for liberation.