Rudra-Śiva: Names, Two Natures, and the Logic of Epithets (रुद्रनाम-बहुरूपत्व-प्रकरणम्)
राजाका परम धर्म है--इन्द्रियसंयम
rājñaḥ paramo dharmaḥ—indriya-saṃyamaḥ, svādhyāyaḥ, agnihotra-karma, dānam, adhyayanam, yajñopavīta-dhāraṇam, yajñānuṣṭhānam, dhārmika-kārya-sampādanam, poṣya-varga-bharaṇa-poṣaṇam, ārabdha-karmasya saphalī-karaṇam, aparādha-yathā-yogya-daṇḍa-dānam, vaidika-yajñādi-karmānuṣṭhānam, vyavahāre nyāya-rakṣaṇam, satya-bhāṣaṇe anurāgaḥ—ete sarve rājñaḥ dharmāḥ. ārta-hasta-prado rājā pretya ceha mahīyate. go-brāhmaṇārthe vikrāntaḥ saṅgrāme nidhanaṃ gataḥ, sa svargam aśvamedha-yajñair jitān lokān adhitiṣṭhati.
Mahādewa bersabda: “Dharma tertinggi bagi seorang raja ialah pengendalian indria, swādhyāya (telaah Weda), upacara Agnihotra, memberi dana, belajar, mengenakan yajñopavīta (benang suci), melaksanakan yajña, menunaikan pekerjaan yang benar, memelihara mereka yang bergantung padanya, menuntaskan usaha yang telah dimulai hingga berhasil, menjatuhkan hukuman setimpal dengan pelanggaran, menyelenggarakan yajña Weda dan ritus-ritus sejenis menurut tata cara, menjaga keadilan dalam urusan kemasyarakatan, serta berpegang pada tutur kata yang benar—semuanya itulah dharma raja. Raja yang mengulurkan tangan sebagai penopang bagi yang menderita dimuliakan di dunia ini dan sesudah wafat. Dan raja yang, demi melindungi sapi-sapi dan para Brahmana, memperlihatkan keberanian lalu gugur di medan perang, mencapai surga dan memperoleh kekuasaan atas alam-alam yang dikatakan dimenangkan oleh yajña Aśvamedha.”
श्रीमहेश्वर उवाच
The passage defines rājadharma: a king’s righteousness is not only ritual piety (svādhyāya, Agnihotra, yajña) but also ethical governance—supporting dependents, completing public works, administering proportionate punishment, protecting justice in civil affairs, and steadfast truthfulness. Compassion to the distressed and courageous protection of cows and Brahmins are praised as sources of honor here and merit after death.
Śrī Mahēśvara speaks as an authority on dharma, listing the king’s duties and then stating the spiritual outcomes: the helper of the afflicted is honored in both worlds, and the king who dies in battle while protecting cows and Brahmins attains heavenly status likened to the worlds gained through Aśvamedha sacrifices.